Houthi Ingatkan Wilayah Udara Arab Saudi tidak Aman, Kecuali Makkah dan Madinah

republika.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Kelompok Houthi di Yaman memperingatkan para pekerja dan warga agar menjauhi fasilitas minyak Arab Saudi. Mereka juga menyatakan wilayah udara Arab Saudi tidak aman, kecuali di atas Kota Makkah dan Madinah.

Kantor berita Saba yang dikelola Houthi mengutip seorang sumber militer yang mengatakan, “Wilayah udara Arab Saudi tidak aman, kecuali  Makkah dan Madinah.”

Baca Juga
  • Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Lajnah Tanfidziyah SI
  • Jacques Menou: Jenderal Prancis yang Masuk Islam 
  • Pemerintah Pacu Investasi Berkualitas Lewat Hilirisasi dan Reformasi Perizinan

Sumber tersebut menambahkan, Mereka yang telah diperingatkan tidak memiliki alasan untuk mengelak. Pernyataan itu menjadi ancaman terbaru di tengah eskalasi militer yang terus berlangsung di kawasan tersebut.

Sumber militer itu juga mendesak para pemegang saham perusahaan minyak raksasa Arab Saudi, Aramco, untuk menjual saham mereka.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Untuk menghindari kerugian, kami menyarankan para pemegang saham Aramco menarik saham mereka sebelum terlambat,” ujar sumber itu.

Kelompok tersebut tidak memberikan perincian lebih lanjut mengenai bentuk ancaman yang dimaksud ataupun tindakan yang mungkin akan mereka lakukan.

Sebelumnya, Pertahanan Sipil Arab Saudi menyatakan bahwa enam orang terluka setelah sebuah proyektil menghantam kawasan permukiman di Kota Najran. Koalisi pimpinan Arab Saudi juga mengumumkan telah mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang diluncurkan Houthi menuju Khamis Mushait, Arab Saudi.

Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan dan eskalasi bentrokan antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi sejak awal Oktober.

Koalisi tersebut telah mengumumkan pelaksanaan operasi berskala besar yang menargetkan kemampuan militer Houthi. Sementara itu, kelompok Houthi melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap sejumlah bandara dan fasilitas di Arab Saudi.

Sumber:

Middle East Monitor

 

 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menteri ESDM Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman dan Masalah Distribusi di Bali Terurai
• 10 jam lalu
0
thumb
Demi Nikah Lagi, Istri di Bengkulu Buat Surat Keterangan Kematian Palsu Suami
• 22 jam lalu
0
thumb
Jangan Tergiur Harga Murah, Ini 6 Hal yang Wajib Dicek Sebelum Membeli Jam Tangan Mewah Bekas
• 14 jam lalu
0
thumb
Sekjen PBB Kritik Anggota Tetap DK PBB yang Justru Memulai Perang
• 19 jam lalu
0
thumb
Kemenkeu Pastikan Defisit APBN 2026 Dijaga 2,85%
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.