30 Hektare Lahan di TN Way Kambas Masih Terbakar

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bandar Lampung: Area Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung, yang terindikasi masih terbakar atau berasap diperkirakan seluas 30 hektare. Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

"Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas di Kabupaten Lampung Timur menjadi salah satu prioritas," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dilansir dari Antara, Senin, 19 Oktober 2026.

Penanganan telah berlangsung selama 24 hari sejak 25 September. Akumulasi luas penanganan melalui jalur darat dan udara mencapai sekitar 315 hektare.

Baca Juga :

Presiden Dijadwalkan Resmikan Pagar dan Tanggul Gajah Way Kambas Akhir Oktober

"Pada 18 Oktober empat tim darat melakukan pemantauan menggunakan drone, pemadaman di sejumlah titik, serta pembukaan jalur menuju lokasi kebakaran. Berdasarkan pemantauan drone pukul 17.00 WIB, area yang masih terindikasi terbakar atau berasap diperkirakan sekitar 30 hektare," ucap dia.

Dia menjelaskan kondisi vegetasi yang rapat, jarak sumber air sekitar 1,5 kilometer dari titik api, serta keterbatasan peralatan dan logistik menjadi tantangan yang masih dihadapi petugas.

"Pemerintah Provinsi Lampung melalui BPBD Provinsi Lampung mengoordinasikan penanganan bersama BPBD kabupaten dan kota, pemadam kebakaran, TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tim Satgas Darat TNWK, serta mitra swasta dengan total personel sebanyak 350 orang," jelasnya.

Ia melanjutkan pelaksanaan upaya pemadaman juga dilakukan melalui jalur udara. Dukungan pemadaman dilakukan menggunakan helikopter water bombing.

"Hingga 18 Oktober ini, tercatat sedikitnya 923 kali penyiraman sejak awal penanganan, dengan estimasi area yang terkena siraman sekitar 124 hektare. Sementara itu, pemadaman darat secara akumulatif mencapai sekitar 192 hektare," tambahnya.


Petugas gabungan melakukan pemadaman karhutla di Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur. (Dokumentasi/ BNPB)


Menurut dia, dukungan operasi modifikasi cuaca (OMC) telah dilaksanakan pada 11-13 Oktober melalui tiga sortie penerbangan dengan penggunaan 3.000 kilogram natrium klorida (NaCl). Namun, penyemaian belum dapat dilanjutkan karena tidak tersedia awan potensial yang memenuhi syarat. 

Upaya pemadaman darat dan udara serta pemantauan kondisi lapangan terus disesuaikan dengan situasi terkini. "Penanganan kebakaran hutan dan lahan harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan, disertai langkah mitigasi untuk mencegah kebakaran berulang. Seluruh jajaran pemerintah daerah diminta tetap siaga, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta melibatkan masyarakat dalam menjaga lingkungan," ujar dia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
IHSG Hari Ini Berpeluang Lanjut Melemah, Simak Analisa MYOR, ACES, INDF, dan COIN
• 20 jam lalu
0
thumb
Kamaruddin Simanjuntak Meninggal, Istri Sebut Ibunda Brigadir J Ucapkan Belasungkawa
• 10 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Pacu IEU-CEPA, Target Berlaku Efektif Awal 2027
• 2 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Taman Nasional Tanjung Puting Meluas, Satwa Liar Makin Terancam
• 18 jam lalu
0
thumb
Hujan Belum Merata, Kabut Asap Karhutla Masih Selimuti Batam dan Sekitarnya
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.