Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, semakin mendekati tepian Sungai Sekonyer, pada Minggu (18/10). Kondisi ini menambah ancaman terhadap habitat satwa liar yang hidup di kawasan konservasi tersebut.
Tim Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan (YOHK) menyisir tepian Sungai Sekonyer dan menemukan sejumlah titik api.
"Api kini telah menjalar hingga ke Sungai Buluh, dengan jarak diperkirakan hanya 10 meter dari tepian sungai. Situasi ini semakin mengkhawatirkan," tulis Orangutan House Boattour melalui akun Instagramnya, Minggu (18/10).
Kebakaran yang semakin dekat dengan aliran sungai tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kelestarian hutan dan satwa liar di dalamnya. Taman Nasional Tanjung Puting merupakan salah satu kawasan konservasi penting bagi orangutan dan berbagai satwa liar lainnya.
Tim YOHK masih berupaya melakukan pemadaman dan menahan laju penyebaran api. Namun, jika kebakaran terus meluas, kerusakan habitat dapat mengancam satwa liar yang bergantung pada hutan untuk mencari makan, berlindung, dan bertahan hidup.
Pemerintah menyatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting menjadi prioritas mereka. Presiden Prabowo Subianto telah menyanggupi penambahan peralatan dan sumur bor.
Dalam rapat penanganan karhutla di Istana Merdeka pada Senin (12/10), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan adanya kebakaran baru di lahan seluas 513,89 hektare di kawasan konservasi orangutan pertama di Indonesia itu. Sedangkan Pangdam XXII Mayjen TNI Zainul Arifin mengatakan pemadaman sulit dilakukan karena lahan terbakar berada di area rawa yang sulit dijangkau.
Presiden Prabowo kemudian menyanggupi permintaan Zainul untuk penambahan 50 pompa air berukuran kecil untuk pemadaman. “Berapa kau butuh pompa air? 50? Saya kirim 200,” kata dia dalam rapat tersebut, dikutip pada Selasa (13/10).
Selain pompa, Prabowo menjanjikan dana Rp2 miliar untuk pembuatan 200 titik sumur bor untuk sumber air pemadaman. “Saya kirim Rp2 miliar, 200 titik,” ucap Prabowo.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan pemerintah tengah menyiapkan pembukaan jalur darat dan sumur bor di sejumlah lokasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.
Raja Juli Antoni bersama Pangdam Kalimantan Tengah Kodam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengecek langsung sejumlah titik penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Dari hasil peninjauan itu pemerintah menyiapkan pembukaan jalur darat dan sumur bor.
"Daripada kita mengandalkan jalur sungai yang pasang surut itu, tadi Pak Pangdam sudah ambil keputusan. Insyaallah kita justru akan tembus jalur darat. Sudah dihitung sekitar 1,5 kilometer," kata Raja Juli seperti dikutip Antara, Kamis (15/10).
Peninjauan itu dilakukan setelah sebelumnya dilakukan pemetaan sejumlah titik api menggunakan drone thermal. Pesalat menjadi salah satu lokasi prioritas karena titik api di kawasan tersebut dinilai paling dekat dengan zona inti Taman Nasional Tanjung Puting.





Komentar (0)