Surplus Pertanian Dompu 41 Persen, Bappeda Ungkap Uang Petani Banyak Bocor ke Luar Daerah

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, DOMPU, – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda dan Litbang) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menyoroti fenomena surplus pertanian yang belum sepenuhnya mampu mendongkrak perputaran uang di tingkat lokal. Meskipun produksi beras surplus hingga 41 persen, sebagian besar pendapatan petani justru dibelanjakan di luar daerah.

Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu, Aris Ansyari, mengungkapkan bahwa sektor pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian daerah. Selain surplus beras yang signifikan, komoditas jagung juga memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

"Surplus produksi beras kita mencapai 41 persen. Jagung juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi nilai transaksi itu belum sepenuhnya menjadi uang yang berputar kembali di daerah," kata Aris di Dompu, Senin.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurut Aris, besarnya volume produksi padi dan jagung tidak otomatis meningkatkan aktivitas perdagangan dan jasa lokal. Hal ini disebabkan oleh pola konsumsi masyarakat yang cenderung mengalirkan dananya ke luar Kabupaten Dompu. "Tidak 100 persen nilai penjualan jagung itu kembali ke daerah. Ada yang kemudian terbawa keluar. Padahal, nilai transaksinya tetap dihitung sebagai transaksi di dalam daerah," ujarnya.

Penyebab Kebocoran Ekonomi

Aris merinci bahwa pengeluaran masyarakat di luar daerah tersebut digunakan untuk berbagai keperluan. Di antaranya adalah membiayai pendidikan anak di perguruan tinggi luar daerah, memenuhi kebutuhan rumah tangga, serta aktivitas berbelanja saat masyarakat mengunjungi Kota Bima dan Kota Mataram. Kondisi ini menyebabkan potensi peningkatan omzet pedagang dan pertumbuhan usaha lokal belum dimanfaatkan secara optimal.

Ia menilai, peningkatan nilai produksi yang tercermin dalam PDRB tidak selalu berbanding lurus dengan besarnya pendapatan yang kembali dibelanjakan masyarakat di dalam daerah. "Tantangannya bukan hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga mendorong agar pendapatan petani dibelanjakan kembali di dalam daerah," tegasnya.

Selain sektor pertanian, perekonomian Dompu juga masih sangat bergantung pada belanja pemerintah dan konsumsi Aparatur Sipil Negara (ASN). Aris menyebutkan, penyesuaian dana transfer dari pemerintah pusat berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat. Berkurangnya ruang fiskal pemerintah daerah dinilai dapat berdampak langsung terhadap aktivitas perdagangan dan jasa yang selama ini ditopang oleh pengeluaran aparatur serta program pembangunan.

Sektor Tambang Belum Signifikan

Sementara itu, sektor pertambangan mineral yang diharapkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru juga belum memberikan kontribusi optimal. PT Sumbawa Timur Mining (STM) di Kecamatan Hu'u masih dalam tahap eksplorasi dan diperkirakan akan melanjutkan kegiatan tersebut hingga tahun 2032. Dengan demikian, potensi kontribusi ekonomi dari tahap produksi masih bergantung pada perkembangan kegiatan usaha dan perizinan di masa mendatang.

Meskipun belum memasuki tahap produksi, perusahaan telah menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) bagi masyarakat sekitar wilayah pertambangan. "Namun, dampaknya terhadap pergerakan ekonomi daerah secara luas belum signifikan," ujar Aris.

Aris menekankan pentingnya penguatan pasar lokal serta pengembangan sektor perdagangan dan jasa. Langkah ini diperlukan agar pendapatan masyarakat dari hasil pertanian dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Dengan strategi tersebut, surplus produksi padi dan jagung diharapkan tidak hanya tercermin dalam pertumbuhan PDRB, tetapi juga mampu memperkuat daya beli, meningkatkan aktivitas usaha, dan mendorong pemerataan manfaat ekonomi bagi seluruh masyarakat Dompu.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Info Lengkap Layanan Klinik Hewan Keliling Jaksel 20-24 Oktober
• 10 jam lalu
0
thumb
Tampang Bharada Andika Pelaku Penembakan Bharatu Valdo
• 14 jam lalu
0
thumb
Raih Penghargaan ESG, Dirut Pelni: Kami Ubah Limbah Kapal Jadi Produk Bernilai Ekonomi
• 10 jam lalu
0
thumb
Amuk Rompi Kuning di Paris, Sejumlah Bangunan Bersejarah Terbakar, Polisi Tangkap 1.800 Orang
• 20 jam lalu
0
thumb
Mengenal Hajime Moriyasu, Pelatih Jepang yang Kabarnya Ogah Tangani Timnas Malaysia, Malah Incar Karier di Eropa
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.