Mahasiswa Soroti Kasus Keracunan MBG yang Terus Meningkat, Bakom RI Sebut Pembenahan Terus Dilakukan

tvonenews.com
17 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah diwarnai dengan peluncuran berbagai program prioritas sebagai upaya mewujudkan visi Asta Cita.

Namun, salah satu program prioritas pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), masih dibayangi insiden keracunan massal yang terjadi di berbagai daerah.

Ketua BEM KM UPN Veteran Yogyakarta, Muhammad Risyad Hanafi, mengkritik tingginya angka keracunan dalam pelaksanaan program MBG yang disebutnya meningkat tajam pada tahun kedua pelaksanaan.

"Hari ini sudah melewati angka 60.000 kasus (keracunan MBG). Lonjakannya sangat ngeri, dari tahun lalu hingga tahun sekarang. Dari 4.000 kasus di tahun pertama, sekarang 60.000 kasus," ungkap Hanafi dalam program Talkshow Spesial: Jejak Perubahan tvOne, Senin (19/10/2026) malam.

Ketua BEM KM UPN Veteran Yogyakarta Muhammad Risyad Hanafi dalam Program Talkshow Spesial: Jejak Perubahan tvOne
Sumber :
  • tvOne

Hanafi mengatakan, jika dihitung berdasarkan perkiraan nilai kerugian, kasus keracunan tersebut menimbulkan kerugian yang mencapai hampir Rp30 miliar.

"Akhirnya beban ini jatuh ke Pemda (pemerintah daerah), BPJS (Kesehatan), jatuh kepada orang tua. Bahkan nilai produktivitas orang tua, itu kerugiannya ditaksir hingga Rp10 miliar," ungkapnya.

Hanafi juga menyoroti insiden keracunan massal yang terjadi pada 1–3 September 2026 di enam kabupaten yang tersebar di empat provinsi.

"Banyak anak-anak trauma. Satu tahun yang lalu kita boleh bilang evaluasi, karena berganti-ganti kepala BGN. Di tahun ini harusnya moratorium, kita hentikan sementara untuk disusun lebih baik, jangan uji coba, uji coba terus," tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Syahganda Nainggolan, mengatakan bahwa Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, tengah melakukan pembenahan di berbagai sektor untuk memperbaiki pelaksanaan program MBG.

"Kalau gagal lagi baru kita nyerah. Tapi kalau berhasil kita apresiasi," katanya.

Menurut Syahganda, sejauh ini program MBG telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat di Indonesia.

"Bukan mengecilkan jumlah yang 60 ribu tadi, tapi jangan kemudian kita bilang 'Ini harus moratorium' gara-gara angka segitu. Loh bagaimana yang lain sudah menikmati puluhan juta itu," tuturnya.

Lebih lanjut, Syahganda mempersilakan masyarakat untuk menyampaikan kritik terhadap program pemerintah yang dinilai masih perlu diperbaiki. 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pipa Air 5,2 Km Rusak Terbakar di Arjuno-Ringgit, Pemkab Pasuruan Siapkan Perbaikan
• 21 jam lalu
0
thumb
Alasan Seseorang Sering Memutar Ulang Obrolan di Kepala
• 16 jam lalu
0
thumb
Tim SAR Gabungan Evakuasi Remaja Perempuan Hanyut di Sungai Ular Sumut
• 19 jam lalu
0
thumb
Khairul Saleh Desak Penanganan Karhutla Kalimantan Dipercepat, Jangan Korbankan Rakyat Kecil
• 22 jam lalu
0
thumb
Bakom RI Beberkan Transformasi BGN: Menuju Tata Kelola Program MBG yang Transparan dan Efektif
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.