VIVA – Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, mengungkapkan bahwa cara paling efektif untuk meredam ancaman winger muda Barcelona, Lamine Yamal, adalah dengan merebut penguasaan bola dan tidak membiarkan raksasa Spanyol tersebut leluasa memainkan alur serangan.
Hal tersebut ditegaskan Enrique saat memberikan keterangan pers menjelang duel sengit matchday ketiga Liga Champions antara PSG dan Barcelona yang bakal digelar di Stadion Parc des Princes, Paris, Rabu (21/10/2026) dini hari WIB.
“Cara terbaik untuk menghentikan Lamine Yamal adalah dengan menjauhkan bola dari Barcelona. Jika dia tidak mendapatkan bola, situasi akan aman,” ujar Luis Enrique dalam konferensi pers pra-pertandingan, dikutip dari ESPN Senin (19/10).
- Lluis GENE / AFP
Enrique menyadari bahwa menghentikan Yamal bukanlah pekerjaan mudah yang bisa dibebankan kepada satu pemain saja, terlebih bek kiri utama PSG, Nuno Mendes, terpaksa absen akibat cedera. Oleh karena itu, skema pertahanan kolektif menjadi kunci utama PSG untuk meredam agresivitas lini serang Blaugrana.
Pertumbuhan performa Yamal musim ini memang tengah berada di puncak. Winger berusia 19 tahun itu tampil impresif dengan menyumbang sembilan gol dan 10 assist, mengantarkan Barcelona menyapu bersih 11 kemenangan di seluruh kompetisi musim ini dengan torehan 48 gol.
Kendati kerap dibanding-bandingkan dengan legenda Barcelona, Lionel Messi, Enrique meminta publik untuk tidak menyematkan beban komparasi tersebut kepada Yamal.
“Saya rasa Lamine ingin menjadi dirinya sendiri dan dia melakukannya dengan sangat baik. Jika Anda membandingkannya dengan pemain terbaik sepanjang masa, hanya akan ada satu pemenang. Saat ini, sebaiknya kita tidak membandingkannya dengan Messi,” tutur juru taktik asal Spanyol tersebut.
Meski laga ini mempertemukan dua tim difavoritkan di Eropa, Enrique menegaskan bahwa fokus utamanya adalah mengamankan tiga poin di fase grup, seraya berambisi menjadi tim pertama yang memberikan kekalahan perdana bagi Barcelona musim ini.






Komentar (0)