Iran Tuduh Netanyahu Seret AS ke Perang demi Hindari Penjara

celebesmedia.id
3 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuding Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berupaya melibatkan Amerika Serikat dalam perang baru melawan Teheran demi menghindari hukuman penjara. 

Ia sekaligus memperingatkan Washington agar tidak kembali menggunakan kekuatan militer terhadap Iran.

Tuduhan tersebut disampaikan Araghchi melalui platform media sosial X pada Minggu (18/10) waktu setempat. Ia menilai Netanyahu berusaha memanfaatkan hubungan dengan Amerika Serikat untuk kepentingan politik pribadinya.

“Netanyahu sedang menyeret Amerika ke dalam perang lain agar dirinya tidak masuk penjara,” tulis Araghchi.

Ia juga memperingatkan Washington agar mempertimbangkan risiko sebelum kembali melancarkan operasi militer terhadap Iran. Menurut Araghchi, upaya sebelumnya untuk mengalahkan Teheran justru membuat Iran muncul dengan kekuatan yang lebih besar.

“Terakhir kali kalian ingin ‘menyelesaikan pekerjaan’, Iran justru muncul dengan kekuatan yang lebih besar. Ingin mencoba keberuntungan kalian sekali lagi? Silakan. Namun, berhati-hatilah; kami juga masih memiliki urusan yang belum selesai,” tambahnya.

Pernyataan Araghchi muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dukungan kepada Netanyahu menjelang pemilihan umum Israel pada 27 Oktober.

Trump memuji kerja sama keduanya dalam menghadapi Iran. Ia juga menyatakan Washington mungkin harus menangani persoalan tersebut sendiri apabila pemilih Israel memilih pemimpin selain Netanyahu.

“Jika Israel memiliki pemimpin yang salah, yakni siapa pun selain Bibi, Amerika harus menangani pekerjaan ini sendiri, dan saya tidak berniat melakukannya,” tulis Trump melalui platform Truth Social. Bibi merupakan nama panggilan yang digunakan untuk menyebut Netanyahu.

Netanyahu telah memimpin pemerintahan Israel sejak akhir 2022. Pemerintahannya kerap digambarkan sebagai salah satu pemerintahan paling kanan dalam sejarah negara tersebut.

Di dalam negeri, Netanyahu menghadapi persidangan atas sejumlah tuduhan korupsi. Jika terbukti bersalah, ia berpotensi dijatuhi hukuman penjara. Sejak 2024, ia juga menghadapi proses hukum internasional terkait dugaan kejahatan perang di Gaza.

Sementara itu, partai-partai oposisi Israel semakin meningkatkan koordinasi untuk menggantikan pemerintahan Netanyahu melalui pemilihan umum.

Ketegangan politik tersebut berlangsung di tengah konflik berkepanjangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan mematikan.

Harapan untuk meredakan konflik sempat muncul setelah gencatan senjata pada April dan tercapainya kerangka kesepakatan pada Juni. Namun, pertempuran kembali pecah setelah perundingan antara Washington dan Teheran terhenti.

Sumber: Anadolu/Antara


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dorong Nasabah Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi, PNM Raih ESG NOW Awards 2026
• 4 jam lalu
0
thumb
Indonesia Tegaskan Komitmen dan Kontribusi Konkret dalam Sistem Multilateral PBB
• 5 jam lalu
0
thumb
Kalender Jawa Hari Ini 19 Oktober 2026: Weton Senin Wage, Neptu, dan Wataknya
• 18 jam lalu
0
thumb
4 Makanan yang Punya Kandungan Protein Lebih Tinggi dari Telur
• 20 jam lalu
0
thumb
Karhutla Melanda, Walhi: Penegakan Hukum Jangan Berhenti pada Pelaku Lapangan
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.