Fadli Zon Tegaskan Pentingnya Pelestarian Musik Tradisi Lewat Festival Musik Tradisi Indonesia 2026 di Wonosobo

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pentingnya menjaga, melestarikan, dan mengembangkan musik tradisi Indonesia agar tetap menjadi bagian dari identitas budaya bangsa serta dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Penegasan tersebut disampaikan seiring penyelenggaraan Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2026 yang berlangsung di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada 17–18 Oktober 2026.

Dalam keterangan pers Kementerian Kebudayaan yang dikutip di Jakarta, Senin (19/10/2026), Fadli Zon menyebut musik tradisi merupakan kekayaan budaya nasional yang harus terus dipertahankan di tengah perkembangan zaman.

" Dengan tema gong dan resonansi gamelan, festival ini mengingatkan kita bahwa musik tradisi bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kekuatan budaya, modal budaya yang harus kita jaga, kembangkan, wariskan pada generasi penerus," kata Fadli Zon.

FMTI 2026 mengangkat tema gong dan resonansi gamelan sebagai upaya memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keberlanjutan musik tradisional Indonesia.

Festival tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan nasional melalui penguatan peran seniman, komunitas budaya, serta pemerintah daerah.

Gong dan Gamelan Jadi Simbol Identitas Budaya Bangsa

Direktur Film, Musik, dan Media pada Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Irini Dewi Wanti, menjelaskan bahwa musik tradisi memiliki makna lebih luas daripada sekadar karya musikal.

Menurut Irini, musik tradisi mengandung pengetahuan, nilai budaya, identitas masyarakat, serta ingatan kolektif yang diwariskan secara turun-temurun.

Unsur-unsur tersebut menjadikan musik tradisional sebagai bagian penting dari kehidupan sosial dan kebudayaan masyarakat Indonesia.

Irini juga menyoroti kedudukan gong dan gamelan yang tidak hanya berfungsi sebagai instrumen musik, tetapi juga memiliki peran dalam berbagai aktivitas masyarakat.

Kedua alat musik tradisional tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan ritus, kegiatan bersama, hingga interaksi sosial yang memperkuat hubungan antaranggota masyarakat.

Melalui tema gong dan resonansi gamelan, FMTI 2026 berupaya memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya yang terkandung dalam musik tradisi kepada masyarakat luas.

Festival ini juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpelaku budaya untuk mendukung keberlanjutan musik tradisional di berbagai daerah.

FMTI 2026 Hadirkan Seminar dan Pertunjukan Musik Tradisional

Penyelenggaraan FMTI 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan dan komunitas Setyo Langan Budoyo dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo.

Kegiatan tersebut turut memperoleh dukungan dari Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan atau Dana IndonesiaRaya Tahun 2026.

Berbagai kegiatan diselenggarakan untuk memperkuat pelestarian, pengembangan, serta pengenalan musik tradisi kepada masyarakat.

Salah satu agenda festival adalah seminar yang membahas masa depan gamelan sebagai bagian dari kekayaan musik tradisional Indonesia.

Selain seminar, FMTI 2026 menghadirkan pertunjukan musik tradisi yang melibatkan sejumlah kelompok seni dan pelaku budaya dari berbagai daerah.

Kelompok seni yang berpartisipasi antara lain Sanggar Seni Mukti Laras dari Pemalang, Sarasvati Art dari Temanggung, Refamiredo dari Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Padepokan Kandhang Seni dari Purbalingga.

Festival ini juga melibatkan Sanggar Setyo Langen Budoyo dari Wonosobo, Asep Badruns, Saras Swara Indonesia dari Wonosobo, dan Saleho Karya Budaya dari Boyolali.

Keterlibatan berbagai kelompok tersebut menjadikan FMTI 2026 sebagai ruang pertemuan bagi para seniman untuk menampilkan karya sekaligus berbagi pengalaman dalam mengembangkan musik tradisional.

Melalui rangkaian pertunjukan tersebut, masyarakat mendapatkan kesempatan mengenal beragam ekspresi musik tradisi yang berkembang di Indonesia.

Pemkab Wonosobo Dorong Karya Seniman Lokal Tampil Lebih Luas

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa penyelenggaraan FMTI 2026 memberikan ruang ekspresi sekaligus membuka peluang bagi para seniman lokal untuk memperkenalkan karya mereka.

Menurut Fahmi, kerja sama antara pemerintah daerah dan Kementerian Kebudayaan menjadi langkah penting dalam memberikan penghargaan kepada pelaku seni serta memperluas jangkauan karya budaya daerah.

"Melalui perhelatan ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan dalam memberikan penghargaan, membuka ruang ekspresi, serta membawa karya lokal ke panggung yang lebih luas," kata Fahmi Hidayat.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas budaya, dan seniman dalam menjaga keberlangsungan musik tradisional.

FMTI 2026 juga menjadi wadah bagi pelaku seni untuk memperluas jejaring, bertukar pengalaman, serta mengembangkan karya yang berakar pada kekayaan budaya daerah.

Pemerintah berharap penyelenggaraan festival di Wonosobo dapat memperkuat pelestarian musik tradisi sekaligus mendorong generasi muda untuk mengenal dan meneruskan warisan budaya Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, musik tradisional diharapkan terus berkembang dan memiliki ruang dalam kehidupan masyarakat seiring perubahan zaman. 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
ARB Saham Dipangkas Jadi 7% - Prabowo Bertemu Sekjen PBB di Hambalang
• 12 jam lalu
0
thumb
Mendagri Sebut Pemerintah Akan Tindak Tegas Perusahaan Terlibat Karhutla
• 4 jam lalu
0
thumb
Barcelona Hajar Real Betis 5-2, Blaugrana Kokoh di Puncak Klasemen
• 18 jam lalu
0
thumb
Kelola Devisa Hasil Ekspor Lebih Efisien dengan DHE SDA BRI
• 6 jam lalu
0
thumb
Ray Rangkuti Respons Tuduhan Operasi Politik Ijazah: Jokowi Sudah Kehabisan Argumen
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.