Ray Rangkuti Respons Tuduhan Operasi Politik Ijazah: Jokowi Sudah Kehabisan Argumen

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Arsip. Gestur Joko Widodo saat meninggalkan Istana Kepresidenan di Jakarta usai mengakhiri jabatannya sebagai presiden, 20 Oktober 2024. (Sumber: Achmad Ibrahim/Associated Press)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti merespons pernyataan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi, yang menuduh ada operasi politik di balik isu ijazahnya dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Ray Rangkuti menilai tuduhan operasi politik tersebut sudah seperti "Standar Operasional Prosedur (SOP)" bagi Jokowi. Menurutnya, SOP ini diterapkan Jokowi ketika sedang mengelak.

"SOP pertama tuduh mereka itu tukang gaduh, tukang nyari kekuasaan karena enggak dapat jabatan. Dan itu sampai sekarang engak terbukti," kata Ray Rangkuti dalam program "Kompas Petang" KompasTV, Minggu (18/10/2026).

"Langsung masuk SOP Kedua, katakan saja di belakang mereka ada aktor-aktor politik dan seterusnya. Nanti SOP ketiga biasanya diadukan ke polisi. Denny Indrayana seingat saya mau digugat lagi ke polisi."

Baca Juga: Jokowi Tuduh Ada Penumpang Gelap Isu Ijazah, Roy Suryo: Penumpangnya Jelas Semua

Pengamat politik itu mengeklaim Jokowi berupaya mengelak dari isu ijazah karena tidak lagi punya argumentasi untuk menjawab hal tersebut.

Menurut Ray Rangkuti, Jokowi sebatas melemparkan tuduhan tanpa menjawab siapa pihak yang dimaksudnya. Ia menyebut sosok dalang yang diungkapkan Jokowi tidak pernah disebutkan.

"Kenapa itu dilakukan? Karena biasanya argumennya sudah enggak ada argumen dari Pak Jokowi," kata Ray Rangkuti.

"Karena argumen dari Pak Jokowi enggak ada, ya maka dia sebut operasi poitik yang berjalan seperti sekarang."

Pernyataan Jokowi

Sebelumnya, Jokowi menuduh isu ijazahnya dan Gibran dimotori "penumpang gelap" yang meluncurkan operasi politik.

Jokowi menyebut isu ijazah dilontarkan untuk merusak reputasi politiknya. Namun, Jokowi tidak menyebut  secara tegas pihak mana yang disebutnya penumpang gelap itu.

“Iya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali,” kata Jokowi di Surakarta, Jumat (16/10).

“Bisa saja memang sekali lagi operasi politik untuk men-downgrade reputasi politik seseorang.”

Baca Juga: Soal Operasi Politik di Balik Isu Ijazah Gibran, Mardiansyah Semar: Pernyataan Jokowi Masuk Akal

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • joko widodo
  • operasi politik ijazah
  • penumpang gelap ijazah
  • ijazah jokowi
  • ijazah gibran
  • ray rangkuti
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ketika Tata Kelola Menjadi Risiko Investasi
• 5 jam lalu
0
thumb
Tes Kepribadian: Gambar Macan atau Pohon yang Kamu Lihat Pertama? Ini Artinya…
• 12 jam lalu
0
thumb
Dubes Inggris apresiasi prasejarah Leang-Leang tingkatkan kolaborasi 
• 12 jam lalu
0
thumb
The Doll: Ghawiah Siapkan Adegan Ending Megah, Bangun Rumah Kaca Sebesar Lapangan Tenis
• 15 jam lalu
0
thumb
BBCA Tertekan, Rumor Haji Isam Akuisisi BCA Kembali Jadi Sorotan
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.