Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengatakan Malaysia akan membantu Indonesia dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bantuan tersebut berupa pengerahan 3 pesawat dan 52 personel.
“Usulan bantuan sudah kami proses. Dipersilahkan saja, kita juga sudah (menurunkan) 47 pesawat dan 60 ribu personel,” kata Dudung dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Senin (19/10).
Selain Malaysia, Dudung menyebut negara tetangga yakni Singapura juga berencana mengirimkan bantuan. Dia mengatakan hal tersebut akan dikomunikasikan dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Masalah karhutla saat ini masih berlangsung di Indonesia. Dia menyebut Presiden Prabowo Subianto mengatakan masalah ini akan selalu berulang.
“Setiap tahun terjadi kebakaran hutan, hanya frekuensinya yang berbeda,” ujarnya.
Lebih jauh ia mengatakan presiden menginginkan adanya mitigasi sejak awal. Hal tersebut dilakukan melalui pembuatan embung yang sudah diperintahkan kepada perusahaan-perusahaan. Prabowo juga meminta kepada TNI dan Polri untuk membuat sumur-sumur bor di sekitar titik-titik api.
Selain itu Prabowo juga menginginkan agar setiap lahan memiliki irigasi dan penampungan air
“Jadi, sudah diperintahkan dan bahkan, kalau misalkan ini terjadi kembali maka diantisipasi dari awal. Perintah Presiden, jangan sampai setelah terbakar baru ada tindakan. Tapi justru sebelum terbakar itu ada tindakan untuk diantisipasi,” ucapnya.
Disetujui PrabowoSebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia Arrmanatha Nasir sebelumnya menyatakan Prabowo telah memberikan persetujuan untuk menerima bantuan dari negara-negara tetangga dalam menangani karhutla di sejumlah daerah di Tanah Air. Ia menuturkan, mekanisme bantuan tersebut sudah dalam proses pembahasan di level teknis oleh BNPB.
“Itu sudah dibahas ya, dan itu sekarang dalam proses. Bapak Presiden juga seperti kita ketahui sudah menyampaikan persetujuannya,” ujar Arrmanatha dikutip dari Antara.
Ia mengatakan, Prabowo menaruh perhatian serius terhadap penanganan karhutla mengingat dampaknya yang besar terhadap berbagai daerah maupun kawasan.
Adapun Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi menyampaikan Pemerintah Malaysia siap membantu pemadaman karhutla di Indonesia saat bertemu Presiden Prabowo dan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada 18 September lalu.





Komentar (0)