Paramita (PBSA) Siap Buyback Saham, Alokasikan Rp100 Miliar

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) berencana melakukan pembelian kembali saham di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) berencana melakukan pembelian kembali saham di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) berencana melakukan pembelian kembali saham di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Aksi korporasi ini dilakukan usai perseroan menyelesaikan proses pemecahan nilai saham (stock split) yang juga menekan harga saham PBSA.

Harga saham PBSA anjlok 25,4 persen ke Rp306 dalam sepekan terakhir usai stock split dengan rasio 1:2. Penurunan itu juga bersamaan dengan IHSG yang melemah ke bawah level 5.000.

Baca Juga:
Paramita (PBSA) Berencana Stock Split, Rasio Dipatok 1:2

Perseroan merencanakan buyback saham tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Adapun pembelian saham dilakukan mulai 20 Oktober 2026 dan berakhir 19 Januari 2027, kecuali dihentikan lebih awal.

Perusahaan konstruksi swasta itu melakukan buyback saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan, sehingga bisa lebih cepat dieksekusi ketimbang melalui RUPS. Hal ini mengacu pada  Surat Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon No. S-112/D.04/2026 tertanggal 9 September 2026

Baca Juga:
Paramita (PBSA) Kantongi Restu Pemegang Saham untuk Stock Split 1:2

Dalam aksi korporasi ini, PBSA menunjuk BCA Sekuritas sebagai perantara pedagang efek. Adapun harga buyback tidak diungkap, namun akan dilakukan dengan harga yang dianggap baik dan wajar oleh perseroan.

"Perseroan mempertimbangkan penyediaan dana untuk rencana buyback yang berasal dari dana lebih perseroan dan diyakini tidak akan mengganggu kegiatan operasional perseroan," kata manajemen PBSA melalui keterbukaan informasi, Senin (19/10/2026).

PBSA menyiapkan dana hingga Rp100 miliar, sudah termasuk biaya transaksi, biaya perantara perdagangan, dan biaya lainnya terkait buyback saham. Dana ini sepenuhnya berasal dari saldo kas internal.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Target Belanja Online Akhir Tahun Harbolnas Capai Rp 40 Triliun
• 11 jam lalu
0
thumb
Pulihkan Kepercayaan Pasar, Pemerintah Perlu Beri Bukti Bukan Janji
• 9 jam lalu
0
thumb
Presiden APC Kenang 51 Tahun Olahraga Disabilitas Asia, Asian Para Games 2026 di Jepang Jadi Momentum Perubahan
• 18 jam lalu
0
thumb
Sukabumi dan Bogor Waspada Gempa Kecil-Dangkal, Udah Rusak Ratusan Rumah
• 7 jam lalu
0
thumb
Kualitas Udara Makassar Memburuk, TNI Bagikan 150 Ribu Masker
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.