Pemerintah menargetkan nilai transaksi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 mencapai Rp 40 triliun, naik 10% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya Rp 36,4 triliun.
Target itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam siaran pers. Ia memastikan pemerintah akan terus memperkuat ekosistem e-commerce untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Target transaksi Harbolnas 2026 itu lebih tinggi Rp 3,6 triliun dibandingkan realisasi pada 2025. Pada tahun lalu, transaksi Harbolnas tercatat mencapai Rp 36,4 triliun dan melampaui target yang ditetapkan.
Pada Agustus, Airlangga menyampaikan Harbolnas rencananya digelar pada 10-16 Desember. Pemerintah juga memperluas platform yang dihitung transaksinya selama Harbolnas, dari sebelumnya hanya e-commerce, menjadi termasuk online travel agent (OTA), ride-hailing seperti ojol, dan social commerce atau media sosial.
Pemerintah menempatkan penguatan perdagangan elektronik sebagai salah satu bagian dari pengembangan ekonomi digital nasional. Airlangga menyebut nilai e-commerce Indonesia diproyeksikan tumbuh lebih dari 14% menjadi US$ 71 miliar, sehingga menjadikannya pasar perdagangan elektronik terbesar di Asia Tenggara.
Selain perdagangan elektronik, pemerintah mendorong pengembangan ekosistem digital yang didukung talenta berkualitas, semikonduktor, akal imitasi (AI), serta infrastruktur yang memadai.
Produk yang paling diminati konsumen selama Harbolnas 2025 mencakup pakaian dan pakaian olahraga, produk perawatan diri, serta pangan olahan. Selain itu, 80% konsumen melakukan transaksi setelah melihat ulasan produk melalui fitur belanja langsung atau live shopping.
Pemerintah berharap Harbolnas dapat terus menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV atau Oktober - Desember, sekaligus memperluas peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk melalui kanal digital.
Pada Harbolnas 2025, nilai transaksi mencapai Rp 36,4 triliun, melampaui target pemerintah Rp 35 triliun. Realisasi ini meningkat 17% dibandingkan transaksi pada Harbolnas 2024 yang sebesar Rp 31,2 triliun.
Kementerian Perdagangan mencatat transaksi produk lokal pada Harbolnas 2025 mencapai Rp 16,6 triliun, naik sekitar 3% secara tahunan atau year on year (yoy). Kontribusinya mencapai 45,6% dari total transaksi selama program belanja daring tersebut.
Produk yang paling diminati konsumen selama Harbolnas 2025 mencakup pakaian dan pakaian olahraga, produk perawatan diri, serta pangan olahan. Selain itu, 80% konsumen melakukan transaksi setelah melihat ulasan produk melalui fitur belanja langsung atau live shopping.
Pemerintah berharap Harbolnas dapat terus menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV, sekaligus memperluas peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk melalui kanal digital.
Dengan target transaksi Rp 40 triliun pada 2026, pemerintah membidik kenaikan nilai belanja daring sebesar 10% dibandingkan tahun sebelumnya. Target ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem perdagangan elektronik di tengah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.





Komentar (0)