Zulhas Cerita Nasib Nelayan RI Merana, Tapi Sebentar Lagi Akan Berubah

cnbcindonesia.com
18 jam lalu
Cover Berita
Foto: Nelayan dan para ABK kapal di KMNP Tongke-Tongke Sulawesi Selatan. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengungkapkan masih banyak nelayan yang tidak mendapatkan dukungan, baik dukungan pembiayaan maupun dukungan lainnya hingga membuat mereka terpaksa utang kepada tengkulak.

Zulhas mengatakan masih banyak nelayan yang berjuang sendirian tanpa adanya dukungan dari pemerintah maupun pihak-pihak terkait.

Baca: Dari Sorot Mercusuar ke Layar HP, Bustami Genggam Dunia di Ujung RI

"Para nelayan selama ini berjuang tanpa dukungan yang memadai, bahkan mungkin sampai sekarang," kata Zulhas dalam Agri Food Forum 2026, Senin (19/10/2026).


Zulhas melanjutkan masih banyak nelayan yang terjerat utang kepada para tengkulak hingga mencapai Rp 100 juta untuk menyambungi hidup.

Nelayan dan para ABK kapal di KMNP Tongke-Tongke Sulawesi Selatan. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Nelayan dan para ABK kapal di KMNP Tongke-Tongke Sulawesi Selatan. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

"Permodalannya gimana? Akhirnya dia terpaksa jual rugi. Begitu dia rugi, dia kan perlu hidup. Pinjam lagi uang sama tengkulak, lama-lama dia kalau dapat ikan harus setor sama tengkulak. Nelayan itu rata-rata punya utang di atas Rp 50-100 juta, dia harus setor kepada tengkulaknya itu, lama-lama tambah miskin, tambah bergantung, sudah seperti budak," terang Zulhas.

Bahkan, dukungan untuk nelayan mendapatkan harga terbaik dari hasil tangkapan ikannya pun masih belum baik.

"Nelayan ini dia nangkap ikan, dapat ikannya bagus, ya dia ditawar murah, kalau dia enggak jual ikannya busuk, karena enggak ada pabrik es di situ, enggak ada tempat penyimpanan di situ, balai lelangnya juga enggak karu-karuan kondisinya di situ," ujar Zulhas.

Baca: Trenggono Mau Ubah Nasib ABK Kapal Ikan, Gaji Pasti-Punya Asuransi

Oleh karena itu, menurutnya, Presiden Prabowo ingin menuntaskan hal tersebut dan menaikkan kualitas nelayan serta hasil tangkapannya.

"Oleh karena itu, Presiden (Prabowo) mengatakan harus kita tuntaskan, akan dibangun tahun ini 1.300-an Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), tahun depan 2.000 KNMP, rencananya total sampai 2030 ada 5.000 KNMP, ini harus ada pendukung seperti cold storage, bengkelnya, dan lain-lain," ungkap Zulhas.


(chd/wur)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Ikan, Cuan & "Bom Waktu" Laut Indonesia

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Foto: Ribuan Skuter Listrik Menumpuk Terbengkalai di China
• 18 jam lalu
0
thumb
Membaca Neo Perang Stalingrad ala Abad ke-21: Perang Kognitif
• 5 jam lalu
0
thumb
BEI Sesuaikan Ketentuan ARB Saham Rp11-Rp14 Jadi Rp1, Berlaku Mulai 20 Oktober 2026
• 4 jam lalu
0
thumb
Sertifikat Tanah Diduga Terbit atas Nama Pribadi, Aset KUD Bulukunyi Takalar Dipersoalkan
• 16 jam lalu
0
thumb
Kapolresta Sidoarjo Baru, Hari Pertama Turun Langsung Pagi Layani Masyarakat Pengguna Jalan
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.