Deltamas (DMAS) Raup Marketing Sales Rp2,61 Triliun hingga Kuartal III-2026

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengembang kawasan terpadu Kota Deltamas, mencatatkan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp2,61 triliun.

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengembang kawasan terpadu Kota Deltamas, mencatatkan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp2,61 triliun. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengembang kawasan terpadu Kota Deltamas, mencatatkan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp2,61 triliun hingga September 2026. Realisasi tersebut setara dengan 88,47 persen dari target baru tahun ini sebesar Rp2,95 triliun.

Perseroan sebelumnya menargetkan prapenjualan sebesar Rp2,08 triliun pada 2026. Namun, target tersebut dinaikkan sekitar 42 persen menjadi Rp2,95 triliun seiring dengan prospek permintaan lahan industri yang masih kuat, terutama untuk pengembangan pusat data (data center).

Baca Juga:
DMAS Kerek Target Marketing Sales 2026 Jadi Rp2,95 Triliun, Data Center Jadi Pendorong

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Puradelta Lestari Tbk, Tondy Suwanto, mengatakan penjualan lahan industri masih menjadi kontributor utama pencapaian prapenjualan perseroan. Hingga September 2026, segmen pusat data turut menopang kinerja penjualan lahan industri.

“Pada periode sembilan bulan pertama tahun 2026, penjualan lahan industri perseroan dikontribusikan oleh segmen data center,” kata Tondy dalam keterangan resmi, Senin (19/10/2026).

Baca Juga:
Deltamas (DMAS) Tunjuk Shinji Yoneda sebagai Wakil Presiden Direktur

Dia menilai kebutuhan terhadap pusat data berpotensi terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence  atau AI). Kondisi tersebut menjadi peluang bagi DMAS untuk memperluas penjualan lahan industri.

“Seiring dengan adanya lonjakan kebutuhan teknologi kecerdasan buatan (AI), dan memperhatikan kesiapan DMAS dalam menyediakan infrastruktur terbaik maupun fasilitas premium bagi para pemain data center kelas dunia, kami percaya permintaan lahan untuk data center masih terbuka lebar,” ujarnya.

Kenaikan target prapenjualan tersebut juga didukung oleh evaluasi perseroan terhadap prospek penjualan dan daftar calon transaksi (pipeline). DMAS optimistis permintaan dari sektor industri tetap menjadi pendorong utama pencapaian target hingga akhir tahun.

Selain mengandalkan penjualan lahan industri, perseroan terus mengembangkan segmen hunian dan komersial di Kota Deltamas. Pada kuartal III-2026, DMAS meluncurkan klaster hunian terbaru bernama Meliora.

Klaster dua lantai tersebut mengusung konsep A Better Way to Live dengan gaya arsitektur modern kontemporer. Pengembang menyasar pekerja profesional dan keluarga muda yang membutuhkan hunian di kawasan terpadu.

Tondy optimistis perseroan dapat mencapai target prapenjualan sebesar Rp2,95 triliun hingga akhir 2026. DMAS akan kembali mengandalkan penjualan lahan industri, yang didukung oleh penjualan produk hunian dan komersial.

Di samping itu, perseroan juga berkomitmen meningkatkan kualitas layanan serta melanjutkan pengembangan kawasan industri, hunian, dan komersial untuk memperkuat posisi Kota Deltamas sebagai kawasan terpadu modern dan ramah lingkungan sekaligus pusat regional di timur Jakarta.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BEI Ubah Batas ARB Jadi 7 Persen Mulai Hari Ini, Berlaku hingga Akhir 2026
• 18 jam lalu
0
thumb
Bank Mandiri Buka Suara Soal Agunan Saham JARR daN PGUN
• 11 jam lalu
0
thumb
Soft Opening Mawatu, Destinasi Baru untuk Berburu Kuliner dan Berbelanja di Labuan Bajo
• 7 jam lalu
0
thumb
16 Ilmuwan BRIN Masuk Daftar 2 Persen Ilmuwan Terbaik Dunia 2026, Jumlahnya Naik 33,3 Persen
• 16 menit lalu
0
thumb
Praktisi Hukum Soroti Laporan Ruben Onsu Soal Rekaman Video Call, Nilai Tak Ada Akses Ilegal
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.