Menag Sebut Perceraian Lahirkan Kemiskinan Baru

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut perceraian turut berkontribusi terhadap lahirnya kemiskinan baru di masyarakat. Nasaruddin menyebut, perceraian dapat menyebabkan perempuan dan anak telantar sehingga meningkatkan kerentanan ekonomi keluarga.

Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin dalam agenda rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar di Kementerian PM, Jakarta Pusat, Senin (19/10).

Nasaruddin menerangkan, pemerintah perlu melihat persoalan kemiskinan secara komprehensif. Artinya, tidak hanya dari dampak yang ditimbulkan, tetapi juga faktor-faktor yang menjadi penyebabnya.

“Secara ekosistem kita mencoba untuk memotret kemiskinan ini tidak hanya dalam bentuk akibat ya, tetapi sebab yang menyebabkan kemiskinan itu pun juga harus kita lihat ya secara komprehensif sehingga nanti solusinya bisa diselesaikan dengan tepat,” terang Nasaruddin.

Menurut Nasaruddin, perceraian dapat berkontribusi terhadap munculnya kemiskinan baru, terutama ketika perempuan dan anak telantar setelah perpisahan orang tua.

“Perceraian itu juga memberikan kontribusi lahirnya kemiskinan baru dalam masyarakat, yaitu anak-anak dan perempuan telantar,” kata Nasaruddin.

Dia menjelaskan, kondisi perempuan dan anak setelah perceraian perlu menjadi perhatian dalam upaya pengentasan kemiskinan. Sebab, perceraian dapat membuat perempuan kehilangan dukungan dalam memenuhi kebutuhan hidup, sementara anak-anak berisiko telantar.

“Karena kalau terjadi perceraian, otomatis istrinya itu banyak terbengkalai, anak-anaknya juga telantar, dan itu berkontribusi melahirkan orang miskin baru,” ujarnya.

Kendati demikian, Nasaruddin mengeklaim angka perceraian di Indonesia telah mengalami penurunan yang signifikan.

Ia pun berharap penurunan tersebut dapat berdampak pada penguatan masyarakat sekaligus mencegah munculnya kemiskinan baru.

“Dengan demikian kita harap dampaknya juga akan memberikan penguatan masyarakat, penguatan umat, dan juga mencegah kemiskinan,” tutur Nasaruddin.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Heboh Orang Utan Berjalan Kebingungan di Area Bekas Kebakaran di Kalteng
• 11 jam lalu
0
thumb
Ray Rangkuti Respons Tuduhan Operasi Politik Ijazah: Jokowi Sudah Kehabisan Argumen
• 8 jam lalu
0
thumb
Merangkai Realitas yang Absurd Menjadi Keindahan dalam Lukisan Indo B Satria
• 2 jam lalu
0
thumb
3 Jenis Teh yang Baik untuk Kulit
• 12 jam lalu
0
thumb
Asian Para Games 2026: Rohani Gagal ke Final Para Menembak
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.