Macron tolak pengunduran diri Mendagri Nunez usai kerusuhan Prancis

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Brussels (ANTARA) - Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak pengunduran diri Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez setelah terjadi kerusuhan dan penjarahan yang meluas di seluruh negeri selama aksi protes pada akhir pekan lalu.

Menurut stasiun televisi BFMTV, Senin, Nunez mengajukan pengunduran dirinya kepada Macron pada Minggu (18/10) di tengah meningkatnya kritik terhadap penanganan pihak berwenang terhadap kerusuhan tersebut.

"Saya adalah menteri dalam negeri, saya bertanggung jawab atas segala hal yang terjadi di lapangan," kata Nunez kepada radio France Inter saat menjelaskan keputusannya untuk mengundurkan diri.

Nunez mengakui adanya "kehilangan kendali" oleh kepolisian di beberapa kota dan mengakui telah terjadi "kurangnya antisipasi" dalam mengerahkan pasukan keamanan yang tersedia.

Baca juga: KBRI Brussel minta WNI tingkatkan kewaspadaan di tengah demonstrasi

Namun demikian, Presiden Macron memutuskan untuk mempertahankan jabatan Nunez, dengan alasan masih perlu kesinambungan dalam komando pasukan keamanan selama krisis saat ini, menurut pernyataan dari Istana Elysee.

Macron juga menyerukan transparansi yang lebih besar terkait apa yang dia sebut sebagai "kegagalan antisipasi dan intelijen" hingga menyebabkan meluasnya kekerasan tersebut.

Kerusuhan yang terjadi dalam aksi unjuk rasa pada Sabtu (17/10) itu menyebabkan hampir 1.000 petugas penegak hukum terluka dan mengakibatkan sekitar 2.400 orang ditangkap, menurut data resmi.

Tanggapan pemerintah tersebut menuai kritik dari sejumlah pemimpin lokal, termasuk wali kota Paris, Marseille, dan Limoges.

Nunez pun akan ke Marseille, salah satu kota yang paling parah terdampak oleh kerusuhan, di mana pihak berwenang melaporkan hingga 30.000 orang terlibat dalam aksi penjarahan pada Sabtu.

Baca juga: Hampir 2.400 orang ditahan dalam kerusuhan di Prancis

Macron akan ambil tindakan

Sementara itu, dalam pidato yang disiarkan Minggu malam (18/10), Macron berjanji bahwa para pelaku perusakan tersebut akan dimintai pertanggungjawaban.

"Mereka yang berusaha menggulingkan republik akan dimintai pertanggungjawaban," katanya.

Dia menambahkan Prancis merasakan "kemarahan dan rasa malu" akibat aksi kekerasan tersebut.

Bentrokan dan penjarahan lebih lanjut dilaporkan terjadi pada Minggu malam di Paris, Lyon, dan Marseille.

Baca juga: Kerusuhan di Prancis akibatkan kerugian ritel hingga ratusan juta euro

Di Paris, polisi menangkap 92 orang sekitar tengah malam setelah kembali terjadi insiden di dekat Place de la Republique.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Prancis Sebastien Lecornu dijadwalkan memimpin rapat krisis antar-kementerian pada pukul 10.00 waktu setempat (15.00 WIB) untuk mengevaluasi dampak ekonomi, kerugian yang dialami pelaku usaha, masalah asuransi, serta proses hukum yang sedang berlangsung akibat kerusuhan tersebut.

Menurut Federasi Perdagangan dan Distribusi, sekitar 1.500 usaha menjadi sasaran dalam aksi kekerasan pada Sabtu (17/10), dengan perkiraan kerugian mencapai beberapa ratus juta euro.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Prancis perkirakan sekitar 60.000 warga akan berunjuk rasa di Paris


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp2.000, 1 Gram Dibanderol Rp2,574 Juta
• 12 jam lalu
0
thumb
Cek Jadwalnya! Tujuh Perjalanan KRL Lintas Bogor Dibatalkan Hari Ini Senin 19 Oktober 2026
• 16 jam lalu
0
thumb
Hercules Bawa Pasukan Geruduk Kementerian ATR/BPN Terkait Mafia Tanah
• 5 jam lalu
0
thumb
Timnas Indonesia Bikin Ketar-ketir Media Vietnam, Rencana Naturalisasi Wonderkid Liga Inggris Ini Bikin Garuda Makin Disegani di ASEAN
• 3 jam lalu
0
thumb
Komisi II DPR Siapkan Evaluasi Pasal Syarat Pendidikan Capres-Cawapres
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.