JAKARTA, DISWAY.ID - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat imbau pelajar SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta untuk tidak mengkuti aksi demonstrasi terkait evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Imbauan tersebut tertuang dalam surat edaran Kepala Disdik Jabar 38566/PW.01/SEKRE tertanggal 16 Oktober 2026.
Surat edaran tersebut menjadi pedoman bagi jajaran pendidikan di Jawa Barat untuk lakukan pencegahan, pembinaan, dan pemantauan terhadap aktivitas siswa jelang aksi demonstrasi.
BACA JUGA:Disdik Jabar Imbau Siswa SMA-SMK Tak Ikut Demo 20 Oktober 2026, KBM Tetap Berjalan Normal
Kebijakan ini juga dilakukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan siswa, serta memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung.
"Peserta didik diimbau tidak terlibat dalam aksi mobilisasi/demonstrasi di luar sekolah demi keamanan dan keselamatan bersama." tulis keteranga resmi Kepala Disdik Jabar, Purwanto, dikutip Senin, 19 Oktober 2026.
Lebih lanjut, Purwanto juga meminta sekolah melibatkan orangtua atau wali murid untuk mendampingi, membimbing dan mengawasi aktivitas anak.
"Mohon peran aktif orangtua/wali dalam memantau dan mendampingi aktivitas putra-putrinya." sambungnya.
Disdik Jabar juga meminta seluruh jajaran sekolah melaporkan pelaksanaan langkah pencegahan dan pembinaan kepada jajaran dinas pendidikan sesuai mekanisme yang ditetapkan.
BACA JUGA:Bidik Hasil Maksimal di Porprov XV Jabar 2026, Kota Bekasi Perkuat Persiapan
Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berencana akan menggelar aksi demontrasi di Jakarta pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Aksi demonstrasi digelar terkait dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Selain BEM UI, sejumlah koalisi masyarakat sipil juga diprediksi akan menggelar aksi unjuk rasa pada Selasa.






Komentar (0)