Jakarta: Pemberitaan mengenai Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah mengkritik sikap MSCI menjadi berita paling populer di Kanal Ekonomi Metrotvnews.com, Minggu, 18 Oktober 2026. Selain itu ada pemberitaan mengenai 43 saham Indonesia tercatat di indeks MSCI.
Berikut berita paling populer di Kanal Ekonomi Metrotvnews.com: 1. Said Abdullah: MSCI Bukan Nabi Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah mengkritik sikap MSCI terhadap Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 11,57 persen pada 16 Oktober 2026. Ia menilai koreksi MSCI terhadap pasar modal Indonesia perlu diterima sebagai bahan evaluasi, tetapi upaya perbaikan yang telah dilakukan otoritas bursa juga perlu menjadi pertimbangan.
Baca selengkapnya di sini 2. Cara Cek Desil Bansos Oktober 2026 Lewat HP Pemerintah menjadikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan untuk menentukan sasaran berbagai program bantuan sosial (bansos). Dalam data tersebut, masyarakat dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan yang dikenal sebagai desil.
Baca selengkapnya di sini 3. Simulasi Cicilan KUR BRI Rp500 Juta, Cek Syarat dan Cara Pengajuannya Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan tambahan modal dapat memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program pembiayaan yang didukung pemerintah ini menyediakan pinjaman untuk membantu pengembangan usaha, dengan besaran plafon dan ketentuan yang disesuaikan berdasarkan kategori KUR.
Baca selengkapnya di sini 4. Cek! Daftar 21 Layanan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan 2026 BPJS Kesehatan merupakan badan penyelenggara program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
Baca selengkapnya di sini 5. 43 Saham Indonesia Tercatat di Indeks MSCI, Ini Daftarnya Perusahaan penyedia indeks pasar saham global asal Amerika Serikat, Morgan Stanley Capital International (MSCI), belakangan ini menjadi perbincangan. Pasalnya, MSCI mengumumkan konsultasi atas usulan perubahan status klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market (pasar berkembang) menjadi Standalone Market (pasar mandiri).
Baca selengkapnya di sini





Komentar (0)