Asap Karhutla di Jakarta Mulai Berkurang, Pemprov DKI Siagakan 367 Fasilitas Kesehatan Antisipasi ISPA

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Jakarta mulai berkurang sejak Jumat (16/10/2026), tetapi sebanyak 367 fasilitas kesehatan tetap disiagakan untuk mengantisipasi gangguan pernapasan akibat pencemaran udara.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim mengatakan berkurangnya sebaran asap dipengaruhi perubahan arah angin yang membawa asap menjauh dari kawasan Jabodetabek.

“Berkurang dari Jumat karena angin. Tapi kita terus waspada kalau kalau ada perubahan arah angin,” kata Chico melalui pesan singkat, Senin (19/10/2026).

Pemprov DKI Jakarta tetap memperkuat langkah antisipasi dan mitigasi karena kualitas udara di sejumlah titik pemantauan masih berada dalam kategori sedang hingga tidak sehat.

Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Sempat Melintasi Jakarta

Chico menjelaskan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mendeteksi indikasi sebaran asap karhutla dari wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari, asap tersebut sempat melintas di lapisan atmosfer tinggi di atas Jakarta dan sekitarnya pada Jumat (16/10/2026).

Namun, keberadaan asap di atmosfer tinggi tidak otomatis menunjukkan bahwa udara yang dihirup masyarakat di permukaan telah terdampak secara langsung.

“Lapisan tersebut berada pada ketinggian beberapa kilometer dan tidak serta-merta berdampak langsung pada kualitas udara di permukaan yang dihirup masyarakat,” ujarnya.

Hasil pemantauan terkini menunjukkan sebaran asap mulai bergerak menjauh dari Jawa bagian barat, termasuk kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Perubahan pola angin menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan asap tersebut.

Kualitas Udara Jakarta Masih Sedang hingga Tidak Sehat

Meski sebaran asap karhutla mulai berkurang, Pemprov DKI Jakarta tetap mewaspadai kondisi pencemaran udara.

Chico menyebut kualitas udara Jakarta tidak hanya dipengaruhi asap kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga oleh sumber polusi lokal.

Emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, dan kondisi musim kemarau menjadi faktor yang turut memengaruhi kualitas udara di ibu kota.

Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), sejumlah lokasi di Jakarta masih menunjukkan kualitas udara dalam kategori sedang hingga tidak sehat.

Partikulat halus PM2.5 menjadi parameter pencemar kritis yang terpantau di beberapa titik pengukuran.

Karena itu, berkurangnya sebaran asap karhutla belum berarti seluruh wilayah Jakarta telah memiliki kualitas udara yang baik.

Pramono Anung Siagakan 367 Fasilitas Kesehatan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah memerintahkan peningkatan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan untuk menghadapi potensi gangguan pernapasan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang dapat berkaitan dengan paparan polusi udara.

“Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah memerintahkan kesiap siagaan penuh fasilitas kesehatan. Sebanyak 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu (total 367 fasilitas) disiagakan untuk menangani potensi gangguan pernapasan atau ISPA,” jelasnya.

Fasilitas kesehatan yang disiagakan terdiri atas:

  • 31 rumah sakit.
  • 44 puskesmas.
  • 292 puskesmas pembantu.

Total 367 fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung pelayanan kesehatan apabila terjadi peningkatan keluhan gangguan pernapasan.

Pemprov DKI Terus Pantau Perubahan Arah Angin

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan terus memantau perkembangan sebaran asap dan kondisi kualitas udara.

Kewaspadaan tetap diperlukan karena perubahan arah angin berpotensi memengaruhi kembali pergerakan asap karhutla menuju kawasan Jabodetabek.

Selain memantau sebaran asap dari luar wilayah, pemerintah daerah juga memperhatikan sumber pencemaran udara lokal yang masih memengaruhi kualitas udara Jakarta.

Kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dan pemantauan kualitas udara menjadi bagian dari langkah mitigasi pemerintah untuk menghadapi potensi dampak polusi terhadap masyarakat.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Indonesia Borong Empat Medali di WJC Kairo, BNI Apresiasi Pembinaan Talenta Muda PBSI
• 7 jam lalu
0
thumb
Survei Parameter Politik: Tingkat Kepuasan Kinerja Presiden Capai 65,2%, Gibran Hanya 49%
• 17 jam lalu
0
thumb
Gelombang Tinggi dan Rob Intai Kepri, Jawa, dan Kalimantan 19 Oktober
• 9 jam lalu
0
thumb
Kasus Polisi Tembak Seniornya, Anggota Komisi III Desak Diusut Tuntas
• 5 jam lalu
0
thumb
Suporter Berharap Indonesia Women’s League Terus Bergulir, Jadi Harapan Baru Sepak Bola Putri
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.