Scam Ready ASEAN Bekali Siswa Tangkal Penipuan Digital

harianfajar
10 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — ASEAN Foundation dan Google.org mendukung pelaksanaan Scam Ready ASEAN di SMA Negeri 17 Makassar. Melalui Kaizen Collaborative Impact, kegiatan tersebut berujtuan membekali siswa untuk menangkal penipuan digital.

SMA Negeri 17 Makassar menjadi sekolah pertama di Sulawesi Selatan yang menyelenggarakan pelatihan Scam Ready ASEAN, Senin, 19 Oktober. Program ini bertujuan membekali siswa dan guru dengan kemampuan mengenali serta menghadapi berbagai modus penipuan digital yang semakin berkembang.

Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Mustakim, S.Pd., M.Pd., dan diikuti siswa kelas X dan XI serta sejumlah guru SMAN 17 Makassar.

Pelatihan ini berlangsung secara interaktif melalui diskusi, berbagi pengalaman, tanya jawab, hingga simulasi untuk membantu peserta memahami ancaman penipuan di ruang digital.

Sekretaris Dinas Pendidikan Sulsel, Mustakim, mengatakan literasi dan ketahanan siber menjadi kebutuhan mendesak bagi lingkungan pendidikan di tengah meningkatnya risiko kejahatan digital.

“Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan mendukung penuh penyelenggaraan SCAM Ready ASEAN ini. Literasi dan ketahanan siber merupakan kebutuhan mendesak bagi ekosistem pendidikan kita,” ujarnya.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan siswa dan guru dalam mengenali berbagai bentuk penipuan digital sehingga tidak mudah menjadi korban.

“Kami berharap pelatihan ini mampu membekali para siswa dan guru agar lebih kritis, waspada, dan tidak mudah terperdaya oleh berbagai bentuk kejahatan digital,” lanjutnya.

Pelatihan Scam Ready ASEAN merupakan program edukasi yang diinisiasi ASEAN Foundation bersama Google.org untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengenali serta merespons penipuan digital.

Di Indonesia, program ini dilaksanakan bersama Kaizen Collaborative Impact sebagai mitra pelaksana lokal.

Dalam pelaksanaannya di SMAN 17 Makassar, kegiatan dibagi menjadi dua kelas. Kelas siswa dipandu Rizki Ayu, sedangkan kelas guru difasilitasi Muhammad Iqbal Gunawan.

Para siswa mengikuti diskusi dan permainan edukatif Scam Tactic Lab untuk mempelajari berbagai taktik yang digunakan pelaku penipuan digital. Melalui simulasi tersebut, siswa diajak mengenali pola komunikasi mencurigakan dan memahami cara menghadapi potensi penipuan.

Sementara itu, sesi guru menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai kasus penipuan digital yang pernah dialami peserta maupun masyarakat di sekitar mereka.

Pendekatan ini menekankan pentingnya memeriksa informasi, mengenali tanda-tanda penipuan, serta berpikir kritis sebelum menanggapi pesan, tawaran, atau permintaan mencurigakan.

Direktur Eksekutif Kaizen Collaborative Impact, Ismita Saputri, mengatakan edukasi keamanan digital perlu disampaikan melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari agar mudah dipahami dan diterapkan.

“Melalui program SCAM Ready ASEAN, Kaizen Collaborative Impact berkomitmen menghadirkan edukasi siber yang interaktif dan relevan bagi generasi muda serta pendidik. Kami ingin memastikan siswa dan guru memiliki pemahaman praktis untuk mengenali serta menangkal modus penipuan digital yang kian kompleks,” ungkapnya.

Kepala SMAN 17 Makassar, Asmar Achmad, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia mengapresiasi penunjukan sekolahnya sebagai lokasi pertama penyelenggaraan Scam Ready ASEAN di lingkungan sekolah di Sulawesi Selatan.

Menurutnya, program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelatihan tatap muka, tetapi berlanjut melalui pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS) agar dapat menjangkau lebih banyak siswa.

“Kami sangat antusias dan senang sekali karena SMA 17 Makassar dijadikan tempat sesi SCAM Ready ASEAN yang pertama untuk sekolah di Sulawesi Selatan. Kami sangat berharap program ini terus berlanjut hingga ke pembelajaran LMS lanjutan agar seluruh siswa kami, termasuk siswa kelas 12 yang saat ini berhalangan hadir karena ujian TKA, juga bisa ikut belajar,” katanya.

Ia berharap melalui pembelajaran lanjutan tersebut, seluruh siswa SMAN 17 Makassar dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk meningkatkan pemahaman mengenai keamanan digital.

Program Scam Ready ASEAN mengusung tagline Learn, Play and Protect One Another. Melalui pendekatan pembelajaran interaktif dan berbasis permainan, program ini mendorong masyarakat, khususnya generasi muda dan tenaga pendidik, agar lebih siap menghadapi ancaman penipuan daring.

Program yang dijalankan ASEAN Foundation dengan dukungan Google.org tersebut menargetkan pembekalan pengetahuan praktis kepada tiga juta orang di kawasan ASEAN selama periode 2025–2027. Materi edukasinya juga mencakup ancaman penipuan daring yang berkembang seiring pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Melalui pelaksanaan perdana di SMAN 17 Makassar, edukasi keamanan digital diharapkan semakin mendapat tempat di lingkungan sekolah. Dengan bekal pengetahuan yang tepat, siswa dan guru diharapkan mampu mengenali modus penipuan, melindungi diri, serta membangun kebiasaan berinternet yang lebih aman dan bertanggung jawab.(uca)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Anggota Parlemen Australia, Helen Haines Diduga Coba Dihabisi dengan Ditabrak Mobil
• 2 jam lalu
0
thumb
Karhutla Belum Ditetapkan Jadi Bencana Nasional, Menkopolkam: Pemerintah Masih Sanggup Tangani
• 9 jam lalu
0
thumb
Sinergi Pemerintah dan Pertamina Percepat Pemulihan Distribusi BBM di Bali
• 2 jam lalu
0
thumb
Berkas Perkara Silmy Karim Dilimpahkan ke Pengadilan, JPU Tunggu Jadwal Sidang
• 4 jam lalu
0
thumb
Karhutla di Riau, PKB Dorong Aksi Nyata Bantu Korban Karhutla
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.