PARIS, KOMPAS.TV - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengancam akan mengambil tindakan lebih keras terhadap para perusuh, termasuk kemungkinan pelarangan pertemuan publik, setelah protes disertai kekerasan melanda Prancis pada Sabtu (17/10/2026).
Gedung-gedung publik terbakar, toko-toko dijarah, dan ratusan polisi terluka.
Macron berjanji akan membawa pihak yang bertanggung jawab ke jalur hukum. Ia menyalahkan "kelompok ekstremis sayap kiri jauh" dan "para kriminal" atas kerusakan tersebut.
"Mereka yang merusak harus membayar, mereka yang menjarah harus mengembalikan apa yang mereka ambil, dan mereka yang berupaya menjatuhkan Republik akan dimintai pertanggungjawaban. Kita juga harus melihat dengan jernih apa yang sedang disuarakan di seluruh negeri," kata pemimpin Prancis itu.
Diketahui, Bentrokan dan penjarahan terjadi di sejumlah kota besar. Kebakaran menghancurkan balai kota bersejarah di Limoges, kantor pariwisata Lyon diserang dan dibakar, dan perusuh menyerbu balai kota Marseille. Kediaman prefek di Bordeaux juga dilaporkan dijarah.
"Tidak ada yang membenarkannya, tidak ada yang menjelaskannya, dan tidak ada yang memaafkannya. Kita semua merasakan kemarahan dan rasa malu malam ini. Melihat jalan-jalan di kota kita dirusak seperti ini sungguh tidak tertahankan," ujar Macron.
Video Editor: Aqshal
#prancis #demo #ricuh
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Theo-Reza
Sumber : Kompas TV
- macron
- emmanuel macron
- prancis
- demo
- perancis
- presiden macron






Komentar (0)