Sekitar 500 pemain dari 25 tim mengikuti Liga Anak Sleman 2026 yang digelar di Lapangan Ahmad Zaini, Sidoagung, Sleman. Kompetisi untuk kelompok umur (KU) 10 dan KU 12 yang mulai bergulir pada Sabtu (17/10) tersebut juga diikuti tiga pesepak bola perempuan.
Ketua PSSI Sleman, Denny Ardianta, mengatakan Liga Anak Sleman menggunakan sistem setengah kompetisi, dengan setiap tim akan saling bertemu satu kali. Kompetisi tersebut dijadwalkan berlangsung hingga sekitar 10 Januari 2027.
“Diikuti 25 tim, sekitar 500-an anak, dua kelompok umur. Sistemnya setengah kompetisi. Semua tim saling bertemu,” kata Denny saat ditemui di Lapangan Ahmad Zaini, Minggu (18/10).
Denny berharap kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang pertandingan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan sepak bola usia dini di Sleman.
Menurutnya, Liga Anak Sleman dapat menjadi ruang bagi para pemain untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun cita-cita menjadi pesepak bola profesional.
“Liga Anak ini menjadi ruang untuk belajar, bertumbuh, dan berkembang, atau bermimpi, dan menjadi bagian dari ekosistem yang sehat dalam melahirkan pemain-pemain yang berkualitas. Karena sepak bola Sleman, masa depan sepak bola Sleman itu akan lahir dari mereka,” ujarnya.
Pemain PSS Sleman Hadir, Anak-anak Berebut Foto dan Tanda Tangan
Pembukaan Liga Anak Sleman pada Minggu (18/10) juga dihadiri sejumlah pemain PSS Sleman sebagai guest star. Mereka merupakan pemain yang tidak dibawa dalam lawatan PSS ke Surabaya, di antaranya Frederic Injai dan Moussa Bagayoko.
Kehadiran para pemain Super Elja tersebut menarik perhatian peserta Liga Anak Sleman. Anak-anak mengerubungi pemain PSS untuk meminta foto bersama hingga tanda tangan.
Denny mengatakan para pemain PSS sengaja dihadirkan untuk memberikan motivasi kepada peserta. Ia berharap anak-anak yang mengikuti kompetisi tersebut memiliki semangat untuk terus berlatih dan mengejar cita-cita menjadi pemain sepak bola profesional.
“Harapannya menjadi daya tarik anak-anak, menjadi semangat anak-anak, supaya punya mimpi menjadi pemain profesional,” kata Denny.
Tiga Pesepak Bola Perempuan Turut Berlaga
Dari sekitar 500 peserta Liga Anak Sleman, terdapat tiga pesepak bola perempuan yang turut bertanding bersama tim sekolah sepak bola (SSB) masing-masing. Mereka bermain dalam kompetisi yang juga diikuti pemain laki-laki.
Denny menjelaskan, Liga Anak Sleman tidak hanya diperuntukkan bagi pesepak bola laki-laki. Sejumlah SSB yang mengikuti kompetisi tersebut juga memiliki pemain perempuan dalam skuad mereka.
“Dari semua peserta Liga Anak ini, mungkin ada beberapa tim yang pemainnya memang ada perempuan. Tidak semua laki-laki yang mengikuti kompetisi ini. Ada tim SSB tertentu yang pemainnya diisi oleh kuota perempuan,” ujar Denny.
Salah satu pesepak bola perempuan yang mengikuti Liga Anak Sleman adalah Nabila dari SSA Matra. Pemain yang mengidolakan bintang sepak bola Prancis, Kylian Mbappe, itu sudah terbiasa mengikuti turnamen sepak bola dan bermain bersama anak laki-laki.
Dalam pertandingan Liga Anak Sleman kali ini, Nabila juga berhasil mencetak gol. Keikutsertaannya dalam kompetisi tersebut mendapat dukungan dari sang ibu, Laras.
Laras mengatakan kompetisi seperti Liga Anak Sleman menjadi kesempatan bagi putrinya untuk menambah pengalaman bertanding. Ia berharap Nabila semakin tekun berlatih dan terus mengembangkan kemampuannya dalam bermain sepak bola.
“Ini sangat bagus untuk jam terbang, menit bermain anak. Semoga Nabila lebih semangat lagi, lebih tekun lagi,” kata Laras.






Komentar (0)