Malang (beritajatim.com) – Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dikemas meriah oleh Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang. Lewat pesta rakyat bertajuk “Nostalgia Malang Classic”, halaman kantor Bakorwil III Malang terlihat menjadi ruang kebersamaan publik yang memadukan pertunjukan seni budaya, temu komunitas, penguatan sektor UMKM dan ekonomi kreatif.
Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar mengungkapkan bahwa gelaran ini sengaja dihadirkan untuk memberikan hiburan bermutu sekaligus ruang interaksi yang hangat bagi warga. Area pameran diramaikan oleh deretan mobil antik, sepeda motor klasik seperti Vespa, hingga sepeda onthel legendaris.
“Di sini ada puluhan stan kuliner dan produk UMKM lokal turut memanjakan para pengunjung.
Salah satu daya tarik utama perhelatan ini hadir melalui penampilan dari kelompok tari Athena Flame Entertainment,” ujar Asep Kusdinar.
Penampilan ‘ Amazing Nusantara ‘ oleh team Athena Flame Entertainment pada Opening Seremonial (Foto: Istimewa)Pada seremoni pembukaan, tim asuhan Sam Teddy selaku pendiri sekaligus pelatih tersebut sukses penonton lewat koreografi kolosal bertajuk Amazing Nusantara. Founder Athena Flame Entertainment, Sam Teddy, menyampaikan apresiasinya atas ruang kreasi yang disediakan Bakorwil III Malang.
”Saya sangat bangga dan mengapresiasi penuh kegiatan seperti ini karena berhasil mengangkat kembali kekayaan budaya Indonesia, khususnya di Kota Malang. Di tengah derasnya arus budaya asing, momen inilah peluang kita membangkitkan perekonomian masyarakat lewat ekonomi kreatif yang dipadukan dengan seni tradisi,” ujar Sam Teddy.
Menurutnya, panggung kesenian rakyat sangat relevan untuk membentengi generasi muda di tengah gempuran budaya luar. Kemeriahan berlanjut pada seremoni penutupan.
“Kami (Athena Flame) juga menampilkan “Tari Jawa Timur”. Panggung kian semarak ketika Sam Teddy berduet membawakan lagu bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, SE, MM,” kata Sam Teddy menjelaskan.
Rangkaian acara yang berlangsung selama empat hari, mulai Kamis (15/10/2026) hingga ditutup pada Minggu (18/10/2026). Melalui sinergi lintas pihak ini, “Nostalgia Malang Classic” diharapkan dapat terus memperkokoh kecintaan masyarakat terhadap warisan seni, sejarah, serta budaya lokal Jawa Timur.
“Tugas kita bersama untuk terus menggalakkan budaya Nusantara. Panggung kesenian rakyat sangat relevan untuk membentengi generasi muda di tengah gempuran budaya luar,” kat Sam Teddy menutup keterangan.
Suwarjana hadir memimpin penutupan mewakili Wali Kota Malang, Dr. Ir. H. Wahyu Hidayat, M.M. Ia menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap inisiatif yang mempertemukan pelestarian tradisi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
”Pemerintah Kota Malang memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara ini. Warga tidak hanya mendapatkan ruang rekreasi yang sehat dan edukatif, tetapi juga berkontribusi langsung menggerakkan roda ekonomi pelaku usaha lokal,” kata Suwarjana dalam sambutannya. [dan/aje]





Komentar (0)