Kementan-Kemenko PM entaskan kemiskinan lewat pemberdayaan pertanian

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) memperkuat kolaborasi untuk mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian.

"Penanggulangan kemiskinan yang paling efektif dan tepat adalah melalui pemberdayaan," kata Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Gus Imin dalam pertemuan dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Senin.

Strategi itu diarahkan untuk mendorong masyarakat menjadi lebih produktif, mengembangkan usaha, dan meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan.

Kedua kementerian membahas pengembangan komoditas unggulan, penguatan produksi, hingga hilirisasi dan pemasaran sebagai satu ekosistem pemberdayaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Gus Imin menegaskan, pemberdayaan menjadi pendekatan penting pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan. Masyarakat tidak hanya dibantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga didorong memiliki kapasitas ekonomi agar mampu mandiri dan mengembangkan usaha.

"Apa yang dilakukan dengan cara kerja pemberdayaan mengurangi kemiskinan sekaligus mengurangi jumlah masyarakat penerima subsidi,” ujar Gus Imin.

Menurutnya, Kementerian Pertanian memiliki potensi besar untuk memperkuat pendekatan tersebut karena sektor pertanian memiliki rantai ekonomi yang luas, mulai dari produksi bahan baku hingga pengolahan dan pemasaran.

"Jika seluruh mata rantai terhubung, masyarakat tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga memperoleh nilai tambah dan peluang usaha yang lebih besar," ujarnya.

Pemerintah telah menetapkan 88 kabupaten/kota sebagai lokus prioritas penanggulangan kemiskinan. Untuk mempercepat hasil, pemerintah akan mempertajam penentuan lokasi percontohan atau piloting berdasarkan tingkat kebutuhan, potensi wilayah, dan ketersediaan anggaran.

Sejumlah komoditas yang menjadi perhatian antara lain cabai, singkong, dan peternakan ayam. Komoditas tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sesuai karakteristik daerah sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Selain lokasinya yang miskin, kita juga melihat komoditasnya serta model-model pemberdayaan yang cepat. Misalnya peternakan, penanaman komoditas seperti kopi, cabai, singkong, atau peternakan ayam. Itu yang mempercepat penanggulangan kemiskinan,” jelas Gus Imin.

Baca juga: Kementan-BP Taskin sinergi entaskan kemiskinan lewat sektor pertanian

Baca juga: BP Taskin bentuk pertanian modern ajak warga aktif entaskan kemiskinan

Ia menekankan, pemberdayaan tidak boleh berhenti pada peningkatan produksi. Pemerintah perlu memastikan hasil usaha masyarakat memiliki nilai tambah, memenuhi kebutuhan pasar, serta didukung kepastian penyerapan.

Karena itu, kolaborasi lintas kementerian diperlukan untuk menghubungkan pengembangan komoditas dengan pengolahan, pengemasan, distribusi, dan pemasaran.

Gus Imin mencontohkan hilirisasi kelapa yang dikembangkan Kementerian Pertanian hingga menghasilkan produk bernilai tambah dan menembus pasar ekspor.

Menurutnya, model tersebut dapat direplikasi pada komoditas lain agar semakin banyak wilayah memiliki sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Jadi Pak Menteri ini berhasil membuat satu produk konkret hilirisasi kelapa, mulai dari hulunya sampai produk hilirnya. Ini yang sudah ekspor malah langsung,” ungkapnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pengentasan kemiskinan melalui pertanian membutuhkan ekosistem yang menghubungkan berbagai pihak, bukan sekadar program yang berjalan sendiri-sendiri.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar potensi pertanian dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi produktif.

“Kalau kita berdua ketemu, enggak akan selesai. Tapi kalau kita bangun ekosistemnya, mulai dari keunggulan komparatif, kolaborasi, pemberdayaan, dan hulu-hilir, ujungnya ekosistem terbangun,” ujar Mentan.

Kementerian Pertanian akan memperkuat pendekatan berbasis potensi komoditas dan wilayah dengan menghubungkan produksi petani, pengolahan hasil, serta akses pasar.

Pengembangan cabai, singkong, peternakan ayam, dan hilirisasi kelapa menjadi contoh peluang yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

Melalui kolaborasi itu, sektor pertanian diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga membuka kesempatan usaha, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat di wilayah prioritas.

Dengan ekosistem hulu-hilir yang terintegrasi, pemberdayaan pertanian diharapkan menjadi salah satu penggerak percepatan pengentasan kemiskinan secara terukur dan berkelanjutan.

Baca juga: Gus AMI ingatkan pentingnya pertanian untuk entaskan kemiskinan

Baca juga: Mentan percepat intervensi pertanian untuk tekan kemiskinan di Alor

Baca juga: BP Taskin dukung pengembangan budi daya kelengkeng di Kebumen


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mahasiswa ITB Meninggal Saat Ikuti Ultra Marathon Jakarta-Bandung | KOMPAS PAGI
• 3 jam lalu
0
thumb
Sekjen PBB apresiasi kontribusi Indonesia jaga perdamaian
• 13 jam lalu
0
thumb
Pelatih De Red FC: Gol cepat Barito pengaruhi mental pemain
• 13 jam lalu
0
thumb
Serahkan Diri ke Polsek, Pemuda di Brebes Mengaku Bunuh dan Mutilasi Ayah Kandung
• 5 jam lalu
0
thumb
Ulang Tahun Reza Arap Penuh Haru, Cuma Minta Sang Ibu Sembuh dari Kanker
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.