Kapolres Bekasi Kota Minta Pelajar Jauhi Tawuran hingga Berani Tolak Provokasi

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, mengunjungi SMK Negeri 14 Kota Bekasi di Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Senin (19/10/2026), pukul 08.00 WIB. Melalui program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik), Kapolres mengajak para siswa berpikir kritis, tidak mudah terprovokasi, serta menjauhi tawuran, penyalahgunaan narkoba, perundungan, dan judi daring.

Kunjungan berlangsung dalam suasana hangat melalui dialog interaktif di lapangan sekolah. Di hadapan para siswa dan guru, Putu Kholis membuka sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada pelajar untuk menyampaikan pendapat secara langsung. Interaksi tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk melatih keberanian berbicara sekaligus membangun kedekatan dengan kepolisian.

Dalam arahannya, Kapolres menyoroti pengaruh pergaulan dan media sosial terhadap perilaku remaja. Ia mengingatkan para siswa agar tidak langsung memercayai informasi atau mengikuti ajakan tanpa memahami tujuan dan akibatnya. Menurutnya, kemampuan memilah informasi dan menentukan sikap secara mandiri merupakan bekal penting untuk menghadapi tekanan kelompok maupun pengaruh negatif di lingkungan pergaulan.

“Jangan pernah menyerahkan masa depan kalian kepada orang yang hanya pandai mengajak, tetapi tidak ikut menanggung akibatnya. Sebelum mengambil keputusan, pikirkan baik-baik manfaat dan risikonya. Jangan takut berbeda dari teman ketika kalian tahu sesuatu itu salah. Keberanian yang sesungguhnya bukan mengikuti keramaian, melainkan mampu menentukan sikap dan bertanggung jawab atas pilihan sendiri,” pesan Putu Kholis.

Kapolres juga mengingatkan bahwa tawuran dapat membahayakan keselamatan dan berujung pada persoalan hukum. Penyalahgunaan narkoba berisiko merusak kesehatan, sedangkan perundungan dapat menimbulkan tekanan psikologis bagi korban.

Ia turut menyoroti bahaya judi daring yang dapat menyebabkan kerugian keuangan dan mendorong perilaku berisiko. Para siswa diajak membangun pergaulan yang saling menghargai, mengembangkan keterampilan, serta meminta bantuan guru atau orang tua ketika menghadapi persoalan.

Kegiatan tersebut merupakan implementasi program Polisi Peduli Pendidikan dalam Agenda Mingguan Commander Wish Kapolri yang mengusung semangat “Polisi Bersama Masyarakat”.

Program yang dijadwalkan setiap Senin ini menempatkan polisi sebagai mitra sekolah dan keluarga dalam mengenali serta mencegah persoalan anak dan remaja sejak dini. Pendekatan tersebut sejalan dengan prioritas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), yang menekankan pencegahan melalui komunikasi dan keterlibatan masyarakat.

“Kami ingin kalian tumbuh menjadi pribadi yang memiliki cita-cita, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama. Tidak semua persoalan harus dihadapi sendirian. Jika mengalami ancaman atau membutuhkan pertolongan, jangan ragu untuk bercerita dan mencari bantuan. Polisi harus menjadi sahabat yang bisa kalian percaya, bukan sosok yang membuat kalian takut. Kami ingin setiap anak merasa aman untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depannya,” ujar Putu Kholis.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tes Kepribadian: Gambar Macan atau Pohon yang Kamu Lihat Pertama? Ini Artinya…
• 12 jam lalu
0
thumb
5 Hal Tentang Pertemuan Prabowo dan Sekjen PBB di Hambalang
• 4 jam lalu
0
thumb
Transisi Paruh Baya Jangan Dipandang sebagai Krisis Kehidupan
• 15 jam lalu
0
thumb
Minta MUI Segera Terbitkan Fatwa Haram Vape, Sahroni: Ini Hajat Hidup Umat
• 8 jam lalu
0
thumb
7 Perjalanan KRL Bogor Dibatalkan Hari Ini, Cek Jadwalnya
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.