Toko Mewah Dijarah, Bangunan Dibakar, Mengapa Demo di Prancis Memanas?

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Prancis, VIVA – Aksi protes di berbagai wilayah di Prancis pada Sabtu (17/10) waktu setempat berujung pada kericuhan. Sejumlah bangunan dibakar, sejumlah toko-toko mewah dijarah di berbagai wilayah di Prancis. 

Aksi protes tersebut membuat polisi menembakkan gas air mata ke arah massa. Bentrokan juga dilaporkan di berbagai wilayah seperti di Marseille, Rennes, Toulouse, dan Angers. Hingga Minggu, saat petugas mulai membersihkan sisa-sisa kerusuhan, jumlah orang yang ditangkap telah mencapai lebih dari 1.800 orang.

Baca Juga :
Demo Ricuh di Prancis Buat Ribuan Ritel Rugi hingga Ratusan Juta Euro
Awal Mula Cerita Polisi Tewas Ditembak Polisi di Pondok Cabe, Kuasa Hukum: Tak Mungkin 1 Orang

Kerusuhan ini menjadi ujian terbaru bagi pemerintahan Presiden Emmanuel Macron, di tengah berbagai persoalan yang dihadapi Prancis, baik dari dalam maupun luar negeri.

Aksi protes tersebut bermula pada September, dipelopori oleh para pelajar yang marah terhadap kondisi sekolah menengah mereka setelah libur musim panas.

Namun, aksi tersebut kemudian meluas karena semakin banyak kelompok masyarakat yang ikut turun ke jalan. Mereka memprotes tingginya biaya hidup yang semakin membebani kehidupan sehari-hari.

Aksi protes yang terjadi di Prancis ini menjadi sorotan dunia. Berikut hal-hal yang perlu diketahui mengenai gelombang protes tersebut seperti dilansir dari laman The Independent UK, Senin (19/10/2026). 

Awal Mula Aksi Protes

Demonstrasi pertama kali pecah pada September di sebuah sekolah menengah di Creteil, wilayah tenggara Paris. Aksi itu dipicu oleh kekurangan tenaga pengajar dan staf sekolah.

Dari sana, aksi mogok belajar, pemblokiran akses sekolah, dan demonstrasi menyebar ke sejumlah wilayah pinggiran Paris, sebelum meluas ke berbagai daerah di Prancis, termasuk kota-kota kecil. Ratusan sekolah terpaksa ditutup akibat kerusakan fasilitas atau serangan terhadap staf sekolah.

Para pelajar mengeluhkan minimnya fasilitas dan sumber daya di sekolah mereka. Banyak sekolah memiliki bangunan yang sudah rusak dan kekurangan tenaga pengajar, terutama di kawasan berpenghasilan rendah.

Sejumlah media Prancis menayangkan video yang memperlihatkan tikus berkeliaran, plafon runtuh, kebocoran air, perabotan rusak, serta berbagai persoalan lain di bangunan sekolah yang tidak terawat.

Sebagian pelajar juga mengeluhkan kondisi ruang kelas yang tidak nyaman saat cuaca ekstrem. Ketika gelombang panas melanda pada musim panas, mereka kepanasan karena tidak ada pendingin ruangan. Sebaliknya, saat musim dingin, mereka harus menahan suhu yang sangat rendah di dalam kelas.

Baca Juga :
Bharada Valdo Ditembak dan Digorok, Pengacara Curiga Ada Pelaku Lain Selain Bharada Andika yang Merupakan Juniornya
1.800 Orang Ditangkap usai Demo Ricuh di Prancis
Anggota Ditpoludara Tewas Ditembak, Polda Metro Amankan Polisi Berinisial AR yang Jadi Pelakunya

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Piala Asia 2027 Terancam Mundur, AFC Tiba-tiba Soroti Misi Terakhir Son Heung-min
• 10 jam lalu
0
thumb
Duka selimuti laga Persebaya vs PSS yang berakhir imbang 2-2
• 3 jam lalu
0
thumb
Survei PPI: 65,4 Persen Publik Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo
• 8 jam lalu
0
thumb
Hasil Survei PPI soal Simulasi Elektabilitas Cawapres: Dedi Mulyadi Teratas, Lebih Unggul dari Gibran dan AHY
• 6 menit lalu
0
thumb
IHSG Anjlok, Pakar Hukum Dukung Bareskrim Polri Usut Dugaan Pidana
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.