REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Musisi Maia Estianty mengungkapkan pandangannya bahwa sistem royalti musik pada era penjualan kaset dan cakram padat (CD) jauh lebih menguntungkan bagi para pelaku industri musik. Hal ini disampaikannya saat menghadiri festival musik Synchronize Fest 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, pada Minggu (18/10).
Menurut Maia, kondisi industri musik saat ini tidak lagi semenarik dahulu, terutama dalam hal pendapatan dari royalti. Ia bahkan menyebut karya-karyanya saat ini hanya menjadi bank data karena minimnya keuntungan finansial dari rilis digital.
“Sebenarnya karya-karya masih banyak, cuma hanya menjadi bank data aja. Karena memang menurut aku bekerja di dunia musik tuh sudah enggak seasik dulu. Jadi aku selalu ngomong di podcast atau di mana bahwa mungkin royaltinya zaman dulu kita masih area ring back tone masih seru ya,” ujar Maia.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Maia mengenang masa kejayaan penjualan fisik yang memberikan keuntungan nyata bagi musisi. Ia membandingkan situasi tersebut dengan era digital yang dinilainya tidak memberikan kemanisan finansial yang setara.
“Kalau zaman sekarang tuh bener-bener digital, itu royaltinya tidak semanis zaman dahulu. Zaman kita masih ring back tone, masih main di fisik, belum ada digital. Jadi masih dapat jual kaset, jual CD, itu masih nyata. Musisi tuh makmur gara-gara itu. Menurut aku sekali lagi begitulah,” kata dia.
Di sisi lain, Maia mengaku tetap menikmati penampilan di acara-acara festival musik. Ia menyebut kerumunan atau crowd yang ramai memberikan suasana yang menyenangkan dan penuh kegembiraan.
“Jadi kalau yang kayak begini-begini yang festival yang rame, itu suasana posisinya seru, yang kita ketawa-ketawa, bergembira bersama, bisa nyanyi bareng rame-rame, enggak perlu tegang. Nah, ini kita mau,” tutur dia.
Dalam gelaran Synchronize Fest 2026 tersebut, Duo Maia yang terdiri atas Maia Estianty dan Mey Chan turut menjadi salah satu penampil di panggung festival.
Komentar (0)