Orang tua mungkin sudah berusaha membatasi konsumsi gula pada anak untuk menjaga kesehatannya. Namun, bagaimana jika anak tetap mengalami obesitas meski jarang mengonsumsi makanan atau minuman manis?
Dokter Spesialis Gizi Klinik, Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, SpGK(K), menjelaskan bahwa risiko obesitas pada anak tidak hanya berkaitan dengan konsumsi gula. Orang tua juga perlu memperhatikan keseluruhan asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi anak setiap hari.
“Kalau anak tidak diberi gula, tetapi mengalami obesitas, coba perhatikan bagaimana asupan yang lainnya, total asupan energi dalam sehari itu,” ujar dr. Diana dalam acara World Food Day 2026, Danone Indonesia dan UPH di Tangerang, Kamis (15/10).
Menurutnya, asupan energi yang berasal dari makanan perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh anak. Oleh karena itu, memperhatikan konsumsi gula saja belum cukup untuk menjaga berat badan anak tetap sehat.
Aktivitas Fisik Anak Juga Perlu DiperhatikanSelain asupan makanan, aktivitas fisik menjadi hal penting yang perlu diperhatikan orang tua. Diana menilai, anak perlu didorong untuk lebih aktif bergerak, bukan hanya berfokus pada pembatasan makanan.
“Yang lebih harus diperhatikan pada anak-anak itu justru aktivitasnya. Ada seorang profesor anak bahkan bilang, kalau menurut saya anak itu tidak boleh dibatasi asupan makannya, tetapi yang ditingkatkan itu justru aktivitasnya,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa anak masih berada dalam masa pertumbuhan sehingga membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung perkembangan tubuhnya.
Meski begitu, bukan berarti anak boleh mengonsumsi makanan tanpa memperhatikan kebutuhan gizinya. Orang tua tetap perlu memberikan makanan bergizi seimbang dengan porsi yang sesuai kebutuhan energi anak.
Untuk meningkatkan aktivitas fisik, orang tua bisa mengajak anak melakukan kegiatan menyenangkan, seperti bermain di luar rumah, bersepeda, berlari, atau melakukan permainan yang membuat tubuhnya aktif bergerak. Kebiasaan tersebut dapat membantu anak lebih aktif sekaligus mendukung kesehatan dan tumbuh kembangnya.
Konsumsi Gula Tetap Perlu DibatasiMeski aktivitas fisik penting, dr. Diana juga menegaskan bahwa konsumsi gula dan karbohidrat sederhana tetap perlu dibatasi. Sebab, konsumsi gula berlebihan tidak hanya berkaitan dengan risiko obesitas, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan gigi dan metabolisme tubuh.
“Kalau yang namanya karbohidrat sederhana atau gula itu harus dibatasi, karena bisa menimbulkan efek samping lain, yaitu giginya bisa berubah, karies dentis, selain itu nantinya juga akan berpengaruh ke dalam metabolisme tubuhnya,” ucapnya dr. Diana.
Karies dentis merupakan kerusakan pada jaringan gigi yang dapat menyebabkan gigi berlubang. Konsumsi makanan dan minuman manis yang terlalu sering dapat meningkatkan risiko masalah tersebut, terutama jika tidak diimbangi dengan kebiasaan menjaga kebersihan gigi.
Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan pola makan anak secara menyeluruh, bukan hanya menghindari gula. Memastikan anak mendapatkan nutrisi yang cukup, membatasi konsumsi gula tambahan, dan membiasakan aktivitas fisik menjadi bagian penting dalam mendukung kesehatan anak.
Dengan begitu, anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.






Komentar (0)