Jakarta, VIVA – China mulai memperketat aturan pengembangan mobil listrik dan kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV). Langkah ini dilakukan untuk mencegah produsen meluncurkan kendaraan terlalu cepat tanpa melalui pengujian menyeluruh di kondisi nyata.
Kebijakan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap masalah keselamatan kendaraan yang dikembangkan dengan waktu singkat. Pemerintah China ingin memastikan produsen tidak mengorbankan kualitas dan keamanan demi mengejar persaingan pasar.
Dilansir VIVA dari Scmp, Senin (19/10/2026(, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China bersama tiga departemen pemerintah lainnya telah menerbitkan rancangan aturan mengenai desain inovasi produk otomotif serta proses penelitian, pengembangan, dan pengujian kendaraan.
Pedoman teknis yang menyertai rancangan tersebut mencakup sejumlah komponen, mulai dari kontrol virtual, gagang pintu, sistem interaksi manusia dan kendaraan, hingga kursi yang dapat direbahkan.
Aturan ini dipandang sebagai upaya menghentikan praktik peluncuran mobil yang terlalu terburu-buru. Dalam industri otomotif, pengembangan kendaraan membutuhkan serangkaian pengujian untuk memastikan setiap komponen berfungsi dengan baik sebelum mobil sampai ke tangan konsumen.
Sorotan terhadap persoalan ini menguat setelah muncul kasus kerusakan dudukan pedal rem pada mobil Maextro V800, merek kendaraan listrik mewah yang dikembangkan Huawei bersama JAC. Kasus tersebut masih menunggu hasil penyelidikan resmi.
Meski penyebab kerusakan belum dipastikan, insiden itu kembali memunculkan pertanyaan mengenai seberapa matang pengujian yang dilakukan sebelum sebuah mobil dipasarkan.
General Manager Beijing Hyundai, Li Fenggang, sebelumnya juga menyoroti praktik produsen yang memangkas tahapan pengujian demi mempercepat peluncuran produk. Menurut dia, konsumen berisiko menjadi pihak yang menanggung dampak dari keputusan tersebut.
Seorang insinyur pengujian kendaraan yang dikutip China Daily menjelaskan, pengembangan mobil baru umumnya melibatkan pengujian parameter dasar. Beberapa di antaranya meliputi pengereman, kemudi, kestabilan pengendalian, kenyamanan berkendara, performa tenaga, dan konsumsi bahan bakar.
Mobil juga perlu melewati pengujian dalam berbagai kondisi lingkungan, seperti suhu tinggi, suhu sangat rendah, wilayah dataran tinggi, serta ketahanan terhadap kondisi penggunaan yang beragam.
Profesor dari Fakultas Teknik Otomotif dan Energi Universitas Tongji, Zhu Xichan, mengatakan pengujian jalan untuk kendaraan secara menyeluruh membutuhkan waktu panjang. Menurut dia, proses pengembangan idealnya mencakup dua musim dingin dan dua musim panas.






Komentar (0)