Jakarta, VIVA – Biaya pendidikan tinggi masih menjadi tantangan bagi keluarga berpenghasilan terbatas untuk mengantarkan anak mereka meraih gelar sarjana. Selain membayar uang kuliah, mahasiswa juga harus memenuhi kebutuhan hidup dan menunjang pembelajaran selama bertahun-tahun. Situasi ini membuat dukungan finansial menjadi salah satu faktor penting agar mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan tanpa menambah beban ekonomi keluarga.
Tantangan tidak berhenti setelah mahasiswa meraih gelar sarjana. Mereka juga perlu membekali diri dengan pengalaman praktis dan keterampilan profesional agar lebih siap menghadapi persaingan di dunia kerja.
Gambaran tersebut terlihat dari perjalanan Dyandra Nadine Zahira, putri seorang driver ojol yang berhasil menyelesaikan studi Sistem Informasi di Universitas Indonesia. Ia mengaku bantuan beasiswa membuatnya dapat lebih fokus menjalani perkuliahan tanpa menambah beban finansial kedua orang tuanya.
Selama menjalani perkuliahan, Nadine tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan kampus dan memperoleh pengalaman kerja melalui program magang selama tiga bulan.
Pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk mengenal lingkungan profesional sekaligus mengembangkan minat karier di bidang product management, analisis sistem, analisis data, dan hubungan pelanggan.
Pengalaman Nadine memperlihatkan bahwa persiapan memasuki dunia kerja dapat dimulai sejak mahasiswa masih berada di bangku kuliah. Selain nilai akademik, pengalaman organisasi, magang, kompetisi, dan proyek dapat membantu mahasiswa menerapkan ilmu sekaligus mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan di lingkungan profesional.
Lulus Kuliah Tak Cukup, Mahasiswa Perlu Siapkan Kompetensi Kerja
Peralihan dari dunia pendidikan ke dunia kerja menjadi tahap penting bagi lulusan baru. Mereka perlu memahami kebutuhan industri, membangun kemampuan komunikasi, menyusun CV yang relevan, serta mempersiapkan diri menghadapi proses rekrutmen.
Bagi mahasiswa dari keluarga berpenghasilan terbatas, pengalaman praktis juga dapat menjadi modal untuk memperluas peluang karier setelah lulus. Karena itu, dukungan pendidikan idealnya tidak hanya membantu mahasiswa bertahan secara finansial hingga menyelesaikan studi, tetapi juga mendorong pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Persoalan tersebut turut menjadi perhatian dalam kelulusan 11 penerima beasiswa GrabScholar angkatan pertama. Mereka yang memulai pendidikan pada 2022 berhasil menyelesaikan studi sarjana dalam waktu empat tahun. Mayoritas lulusan meraih predikat cum laude dari sejumlah perguruan tinggi negeri, termasuk Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Sriwijaya.






Komentar (0)