Hasil survei Parameter Politik Indonesia (PPI) mencatat sebanyak 67 persen masyarakat Indonesia optimistis terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam menjalankan roda pemerintahan.
Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno, menyampaikan bahwa mayoritas publik masih menaruh kepercayaan tinggi pada keberlangsungan pemerintahan saat ini.
"Sebanyak 67,0 persen masyarakat masih optimis bahwa pemerintah akan mampu menjalankan kewajibannya dengan baik," kata Adi di Jakarta.
Dalam laporan survei tersebut, sebanyak 24,4 persen responden menyatakan tidak percaya, sementara 8,6 persen sisanya memilih untuk tidak menjawab.
Survei PPI juga memotret tingkat kepuasan publik secara terpisah terhadap kinerja Presiden dan Wakil Presiden:
- Tingkat Kepuasan Presiden Prabowo Subianto: Menyentuh 65,2% (rincian: 62,3% puas dan 2,9% sangat puas), sedangkan 32,5% responden menyatakan tidak puas.
- Tingkat Kepuasan Wapres Gibran Rakabuming Raka: Berada di angka 49,0%, dengan tingkat ketidakpuasan masyarakat sebesar 38,5%.
5 Program Pemerintah Paling Disukai Publik
Survei PPI turut memetakan program-program strategis pemerintah yang dinilai paling berhasil dan berdampak langsung pada masyarakat. Sektor bantuan sosial, pendidikan, serta kesehatan mendominasi daftar teratas:
1. Bantuan Sosial (Bansos): Menempati urutan pertama program paling dirasakan manfaatnya.
2. Sekolah Rakyat: Berada di posisi kedua.
3. Makan Bergizi Gratis (MBG): Menempati peringkat ketiga.
4. Sekolah Gratis hingga Perguruan Tinggi: Berada di urutan keempat.
5. Cek Kesehatan Gratis: Melengkapi posisi lima besar program terfavorit.
Riset nasional PPI ini dilaksanakan pada 26 September hingga 6 Oktober 2026 dengan metodologi baku sebagai berikut:
- Metode Penarikan Sampel: Multistage random sampling dengan wawancara tatap muka secara langsung.
- Jumlah Responden: 1.200 orang berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.
- Sebaran Wilayah: Tersebar secara proporsional di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 kecamatan, serta 120 desa/kelurahan.






Komentar (0)