Survei PPI: Menteri Amran, Seskab Teddy, dan Menpora Erick Berkinerja Terbaik

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Survei Parameter Politik Indonesia (PPI) mencatat tiga pejabat di kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang berkinerja paling moncer.

Dalam survei yang dipaparkan Direktur PPI Adi Prayitno itu, ketiga pejabat berkinerja terbaik itu adalah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, dan Menpora Erick Thohir.

BACA JUGA: Beda Jauh! Kepuasan Publik Terhadap Prabowo di Atas 65 Persen, Gibran Malah Tak Sampai 50 Persen

"Andi Amran Sulaiman menempati posisi pertama dengan 15,4 persen, diikuti Teddy Indra Wijaya sebesar 14,5 persen, dan Erick Thohir sebesar 6 persen," kata Adi saat merilis hasil survei nasional PPI bertajuk "Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran" pada Minggu (18/10/2026).

Adi menyebut temuan ini menarik karena ketiganya mendapatkan apresiasi melalui karakteristik yang berbeda. Amran menonjol melalui isu swasembada pangan, Teddy lewat persepsi tentang etos kerja dan komunikasi pemerintahan, sedangkan Erick terkait perkembangan Timnas Indonesia.

BACA JUGA: Survei SMRC: Dedi Mulyadi Tertinggi, Setelah Itu Anies, Baru Prabowo

Swasembada Pangan Menjadi Ukuran Keberhasilan

Terkait Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, isu pangan menjadi faktor paling menonjol dalam membentuk penilaian positif masyarakat.

Dari responden yang menilai Amran berkinerja baik, sebanyak 29,6 persen menyebut swasembada pangan sebagai alasan. Sebanyak 17,6 persen lainnya menyebut pupuk murah dan berlimpah.

BACA JUGA: Mantan Kapolda Ini Terpilih Jadi Ketua DPD Demokrat NTB

Alasan berikutnya adalah kerjanya terlihat sebesar 9,7 persen, tidak melakukan pencitraan 7,2 persen, kebijakannya bagus 6,7 persen, serta sering turun ke lapangan 5,4 persen.

Besarnya penilaian terhadap swasembada pangan menunjukkan bahwa sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan hidup masyarakat memiliki tempat penting dalam evaluasi terhadap kinerja pemerintah.

"Pangan bukan sekadar persoalan produksi pertanian, melainkan juga berkaitan dengan ketersediaan bahan pokok, stabilitas harga, kesejahteraan petani, dan ketahanan ekonomi rumah tangga," ujar Adi.

Oleh karena itu, penilaian terhadap Amran dapat dibaca sebagai cerminan pentingnya isu ketahanan pangan dalam persepsi publik. Meski demikian, persepsi positif tersebut tetap perlu dilihat bersama indikator objektif, seperti produksi, distribusi, harga, dan keterjangkauan pangan.

Etos Kerja Menjadi Daya Tarik Utama

Sementara itu, Seskab Teddy Indra Wijaya memperoleh penilaian positif terutama karena persepsi terhadap karakter kerjanya.

"Teddy menempati posisi kedua dengan 14,5 persen. Ketika responden yang menilai Teddy berkinerja baik ditanya mengenai alasannya, jawaban terbesar adalah “sedikit bicara, banyak bekerja” sebesar 19,6 persen," tutur Adi.

Berikutnya, 15,6 persen menyebut penampilan Teddy yang tampan dan gagah, 11,9 persen mengapresiasi kemampuannya mengomunikasikan program pemerintah, 10,1 persen menyebut dirinya sering muncul di media, dan 8,7 persen menilai hasil kerjanya terlihat.

Alasan lain mencakup cara bicara yang mudah dimengerti sebesar 5,6 persen, rajin dan profesional 4,1 persen, sering turun ke lapangan 3,4 persen, serta cerdas dan pintar 3,1 persen.

Adi menyebut temuan itu memperlihatkan kombinasi menarik dalam persepsi publik terhadap Teddy. Di satu sisi, dia diasosiasikan dengan karakter kerja yang tidak banyak mengumbar pernyataan. Di sisi lain, kemampuannya menyampaikan informasi mengenai program pemerintah juga mendapat apresiasi.

"Bagi seorang Sekretaris Kabinet, kedua aspek tersebut relevan dengan tugas mendukung koordinasi penyelenggaraan pemerintahan dan memastikan agenda Presiden dapat dikomunikasikan secara jelas," ujarnya.

Selain itu, penilaian sedikit bicara, banyak bekerja memang merupakan persepsi responden, bukan ukuran langsung atas produktivitas birokrasi. Namun, temuan ini menunjukkan bahwa karakter kerja yang dianggap efektif memiliki daya tarik tersendiri di mata sebagian masyarakat.

"Posisi Teddy di urutan kedua juga menjadi modal positif untuk terus memperkuat kepercayaan publik, terutama melalui koordinasi lintas kementerian, penyampaian informasi yang mudah dipahami, serta hasil kerja yang semakin konkret," ucap Adi.

Perkembangan Timnas Membentuk Persepsi Positif

Pada posisi ketiga, Erick Thohir memperoleh penilaian sebesar 6 persen. Alasan terbesar responden yang menilainya positif adalah persepsi bahwa Timnas Indonesia semakin bagus, dengan angka 15,6 persen.

Berikutnya, masing-masing 7,8 persen menyebut keberhasilan masuk final ASEAN Cup dan hasil kerja yang terlihat. Sebanyak 6,7 persen menyebut keberhasilan menyingkirkan Malaysia, sementara 6,3 persen menyebut penampilan Erick yang tampan dan gagah.

Alasan lainnya adalah kebijakannya bagus sebesar 5,1 persen, cerdas dan pintar 4,9 persen, memajukan olahraga 3,5 persen, serta kemenangan dengan sembilan gol dan juara ASEAN Cup yang masing-masing disebut oleh 2,5 persen responden.

"Temuan tersebut memperlihatkan bahwa sepak bola memiliki pengaruh kuat dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap figur yang berkaitan dengan pengelolaan olahraga nasional," ucap Adi.

Namun, capaian olahraga tetap perlu dinilai melalui hasil kompetisi, perkembangan pembinaan atlet, kualitas tata kelola, dan keberlanjutan prestasi, bukan hanya popularitas atau hasil pertandingan tertentu.

Survei PPI juga menanyakan pendapat masyarakat mengenai pergantian menteri yang beberapa kali dilakukan Presiden Prabowo. Hasilnya, 62,2 persen responden menyatakan setuju, 14,7 persen tidak setuju, dan 23,1 persen tidak menjawab.

Mayoritas persetujuan tersebut menunjukkan adanya dukungan publik terhadap ruang evaluasi dalam pemerintahan. Namun, dukungan terhadap pergantian menteri tidak serta-merta berarti seluruh responden menyetujui setiap pergantian yang dilakukan.

Survei Nasional "Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran" dilakukan terhadap 1.200 responden di 38 provinsi melalui wawancara tatap muka pada 26 September hingga 6 Oktober 2026, dengan margin of error sebesar ±2,83 persen.(Fat/JPNN)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Duka untuk Slemania, Bupati Sleman Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Suporter PSS
• 3 jam lalu
0
thumb
Pakar hukum lingkungan dorong penguatan aturan pengendalian karhutla
• 3 jam lalu
0
thumb
Konsolidasi Hari Sumpah Pemuda, PEMIRA Ajak 1.000 Aktivis Muda Gabung ke Gerindra
• 5 jam lalu
0
thumb
Batik Air Malaysia Buka Penerbangan Langsung Batam-Penang Tiga Kali Sepekan, Permudah Wisata dan Pengobatan
• 1 jam lalu
0
thumb
Keluarga Korban Minta Kapolri Turun Tangan Usut Tuntas Kasus Penembakan Bharatu Valdo oleh Juniornya
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.