Fajar/Fikri memastikan gelar setelah mengalahkan pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, pada partai final di SJF Bank Arena, Odense, Denmark, Minggu, 18 Oktober 2026. Pasangan Indonesia menang dua gim langsung dengan skor 21-8 dan 21-11 dalam waktu 31 menit.
Kemenangan ini menjadi hasil penting bagi Fajar/Fikri setelah mereka harus melewati persaingan ketat sejak babak sebelumnya. Pada semifinal, pasangan Merah Putih menyingkirkan wakil Tiongkok Liang Wei Keng/Wang Chang melalui pertandingan tiga gim dengan skor 21-16, 16-21, 21-16.
Pada final, Fajar/Fikri langsung menekan sejak awal gim pertama dan melesat jauh meninggalkan Aaron/Soh. Pasangan Indonesia menutup gim pembuka dengan skor telak 21-8.
Baca juga: Tampil Dominan, Fajar/Fikri Raih Gelar Denmark Open 2026
Aaron/Soh sempat memimpin 4-0 pada awal gim kedua. Namun, Fajar/Fikri segera bangkit dan merebut tujuh poin beruntun untuk membalikkan keadaan. Mereka mempertahankan momentum hingga memastikan kemenangan 21-11.
Gelar tersebut menjadi satu-satunya trofi yang diraih Indonesia dari lima nomor pertandingan Denmark Open 2026. Empat gelar lainnya menjadi milik Korea Selatan, Prancis, Malaysia, dan Tiongkok.
Alex Lanier Cetak Sejarah di Tunggal Putra
Sorotan lain datang dari tunggal putra Prancis, Alex Lanier. Ia keluar sebagai juara setelah menaklukkan wakil tuan rumah, Anders Antonsen, dalam pertandingan tiga gim dengan skor 21-15, 13-21, 21-13.
Kemenangan ini menjadi catatan bersejarah bagi Lanier dan bulu tangkis Prancis. Ia menjadi pemain tunggal putra Prancis pertama yang menjuarai Denmark Open, sekaligus menambah pencapaian penting dalam perjalanan kariernya di level internasional.
Lanier mampu menjaga kendali permainan pada gim pertama sebelum Antonsen membalas pada gim kedua. Namun, pemain Prancis itu kembali tampil efektif pada gim penentuan dan menutup pertandingan dengan kemenangan 21-13.
Hasil tersebut membuat Lanier menjadi salah satu nama yang paling menonjol dalam daftar juara Denmark Open 2026. Kemenangannya juga memperlihatkan persaingan tunggal putra yang semakin terbuka di tengah kehadiran pemain-pemain elite dunia.
An Se-young Pertahankan Gelar Tunggal Putri
Di sektor tunggal putri, An Se-young dari Korea Selatan kembali menunjukkan konsistensinya. Ia mempertahankan gelar Denmark Open setelah mengalahkan pemain Jepang, Akane Yamaguchi, melalui pertandingan tiga gim dengan skor 21-23, 21-14, 21-18.
An harus kehilangan gim pertama setelah persaingan ketat dengan Yamaguchi. Namun, pemain Korea Selatan itu bangkit pada dua gim berikutnya dan mengunci kemenangan untuk kembali berdiri di podium tertinggi.
Sementara itu, sektor ganda putri dimenangi pasangan Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. Mereka mengalahkan wakil Jepang Hinata Suzuki/Nao Yamakita dengan skor 21-18, 21-11.
Gelar terakhir di ganda campuran menjadi milik pasangan Tiongkok Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin. Mereka mengatasi rekan senegaranya, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, melalui pertandingan tiga gim dengan skor 21-18, 8-21, 21-16.
Daftar Lengkap Juara Denmark Open 2026
Berikut daftar juara dan runner-up seluruh nomor pertandingan Denmark Open 2026 beserta hasil finalnya.
Tunggal Putra
- Juara: Alex Lanier (Prancis)
- Runner-up: Anders Antonsen (Denmark)
- Skor: 21-15, 13-21, 21-13
Tunggal Putri
- Juara: An Se-young (Korea Selatan)
- Runner-up: Akane Yamaguchi (Jepang)
- Skor: 21-23, 21-14, 21-18
Ganda Putra
- Juara: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (Indonesia)
- Runner-up: Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia)
- Skor: 21-8, 21-11
Ganda Putri
- Juara: Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia)
- Runner-up: Hinata Suzuki/Nao Yamakita (Jepang)
- Skor: 21-18, 21-11
Ganda Campuran
- Juara: Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin (Tiongkok)
- Runner-up: Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (Tiongkok)
- Skor: 21-18, 8-21, 21-16.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin Daftar Juara Denmark Open 2026: Indonesia Curi Gelar lewat Fajar/Fikri, Alex Lanier Cetak Sejarah Klik untuk baca: https://www.medcom.id/olahraga/bulutangkis/nbw5yd3K-daftar-juara-denmark-open-2026-indonesia-curi-gelar-lewat-fajar-fikri-alex-lanier-cetak-sejarah
(KAH)






Komentar (0)