Fasilitas Publik Diusulkan jadi Ruang Perlindungan Kabut Asap

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Tempat penampungan dengan udara bersih (Clean Air Shelters) bagi warga terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dinilai perlu disediakan. Pasalnya, kondisi karhutla kian memprihatinkan di sejumlah wilayah.

“Segera menyediakan Clean Air Shelters, atau ruang perlindungan udara bersih,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris dikutip melalui keterangan tertulis, Minggu, 18 Oktober 2026.
 

Baca Juga :

Pemda Didorong Siapkan Pedoman Sekolah saat Karhutla Memburuk

Charles menilai pemerintah cukup memanfaatkan bangunan atau fasilitas publik yang sudah tersedia. Sehingga, tanpa perlu membangun gedung baru.

“Kita tidak harus membangun gedung baru. Sekolah, kantor pemerintah, dan fasilitas publik bisa dimanfaatkan sebagai tempat berlindung, dilengkapi penyaring udara HEPA (High-Efficiency Particulate Air) untuk mengurangi paparan asap,” jelas Charles.


Ilustrasi kabut asap. Foto: Dok. Antara Foto.

Fasilitas tersebut dapat difungsikan sebagai tempat pengungsian sementara. Utamanya bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, lansia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

“Di sejumlah negara yang telah menghadapi kebakaran hutan besar, fasilitas publik telah dimanfaatkan sebagai ruang perlindungan bersih bagi masyarakat yang terdampak kabut asap,” ucap Charles.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Perkembangan Terbaru Nilai Tukar Rupiah: Tembus 18.000 Hari Ini 16 Oktober 2026
• 5 jam lalu
0
thumb
Fajar/Fikri bidik prestasi lebih tinggi usai juarai Denmark Open 2026
• 52 menit lalu
0
thumb
Meriahkan HUT ke-357 Sulsel, Wabup Takalar Hengky Yasin Bersama Istri Ikuti Lomba Memasak Nasi Goreng Bersama Istri
• 2 jam lalu
0
thumb
Kunci Kebangkitan Ekonomi dan Keuangan Syariah Ada di Daerah
• 3 jam lalu
0
thumb
Pertamina Optimalkan Operasional Penyaluran BBM untuk Atasi Antrean di Sulawesi Utara
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.