Jakarta, tvOnenews.com - Gelombang unjuk rasa menentang kenaikan biaya hidup di Prancis pada Sabtu (17/10) berujung pada kekacauan besar.
Aksi yang awalnya bertujuan menyuarakan aspirasi ekonomi itu berubah menjadi kerusuhan yang memicu penjarahan dan perusakan fasilitas umum secara masif.
CEO Carrefour sekaligus Ketua Federasi Perdagangan dan Distribusi Prancis, Alexandre Bompard, mengungkapkan bahwa kerugian di sektor ritel mencapai angka yang fantastis.
“Kami mengalami penjarahan sepanjang hari, ditambah dengan kerusakan fisik pada gerai. Khusus untuk Carrefour saja, kerugiannya mencapai puluhan juta euro. Jika diakumulasi, seluruh sektor ritel di Prancis diperkirakan merugi hingga ratusan juta euro,” ujar Bompard kepada BFMTV.
Data mencatat, sekitar 1.500 gerai ritel di berbagai wilayah Prancis menjadi korban vandalisme, di mana 50 di antaranya adalah toko milik Carrefour.
Di sisi lain, respons aparat keamanan mendapat sorotan tajam. Wakil Wali Kota Paris, Lamia El Aaraje, mengakui bahwa kepolisian setempat tidak memiliki cukup personel maupun sumber daya untuk membendung eskalasi kerusuhan.
“Sumber daya yang tersedia di ibu kota jelas tidak mencukupi,” keluh El Aaraje kepada Franceinfo.
Ia menambahkan bahwa banyak warga Paris yang panik dan menghubungi pemerintah kota karena tidak melihat kehadiran polisi di tengah insiden yang tak terkendali.
Keluhan serupa juga datang dari para wali kota di wilayah lain, seperti Marseille, Lyon, dan Limoges.
Kondisi lapangan yang memanas membuat bentrokan antara massa dan polisi tak terelakkan.
Para perusuh, yang mayoritas diisi oleh kelompok pemuda radikal, tampak membakar mobil serta halte transportasi umum.
Pihak kepolisian terpaksa merespons dengan gas air mata, meriam air, hingga granat kejut.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mengonfirmasi bahwa situasi ini memakan korban cukup besar.
Sebanyak 1.800 orang telah ditangkap, sementara lebih dari 500 anggota kepolisian dan petugas pemadam kebakaran dilaporkan mengalami luka-luka.
Tercatat total ada sekitar 550.000 pengunjuk rasa yang turun ke jalan di seluruh Prancis, dengan 110.000 di antaranya terkonsentrasi di Paris. (ant/dpi)





Komentar (0)