Pantau - Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Arianto Kogoya mengajak seluruh masyarakat Papua Pegunungan menjaga keselamatan tenaga kesehatan (nakes) dan guru menyusul aksi kekerasan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap warga sipil dan petugas pelayanan publik di wilayah tersebut.
Arianto menyampaikan imbauan tersebut di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Minggu (18/10/2026).
Ia menegaskan bahwa tenaga kesehatan dan guru memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) orang asli Papua (OAP), sehingga keselamatan mereka harus menjadi perhatian bersama.
“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat di Papua Pegunungan untuk menjaga keselamatan nakes dan guru dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik di rumah sakit, puskesmas, maupun seluruh satuan pendidikan mulai SD-SMA,” katanya.
Kekerasan KKB Jadi Perhatian Anggota DPD RIArianto mengatakan imbauan tersebut disampaikan menyusul tindakan kekerasan yang dilakukan KKB terhadap warga sipil, tenaga kesehatan, dan guru di Papua Pegunungan.
Menurutnya, keberadaan petugas kesehatan dan tenaga pendidik sangat dibutuhkan masyarakat, terutama di daerah yang menghadapi gangguan keamanan.
Ia menekankan bahwa warga sipil dan petugas kemanusiaan harus memperoleh perlindungan meskipun berada di wilayah konflik.
“Ingat dalam hukum internasional, wilayah konflik itu yang harus dilindungi adalah nakes, guru, petugas Palang Merah Indonesia (PMI) tidak boleh memperoleh kekerasan apapun,” ujarnya.
Arianto meminta seluruh lapisan masyarakat turut menjaga keamanan para petugas agar pelayanan kesehatan dan pendidikan tetap dapat berjalan.
Tenaga Kesehatan Berperan Penting dalam Pelayanan MasyarakatArianto menjelaskan bahwa tenaga kesehatan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan sumber daya manusia di Papua Pegunungan.
Menurutnya, kondisi kesehatan masyarakat berpengaruh terhadap kemampuan mereka menjalankan kegiatan sehari-hari, termasuk mengikuti pendidikan.
Ia menilai keberadaan tenaga kesehatan di daerah perlu dijaga agar masyarakat yang sakit dapat memperoleh pengobatan tanpa harus pergi ke wilayah lain.
“Orang itu bisa semangat untuk mengikuti pendidikan, aktivitas apa pun kalau dirinya sehat. Sehat itu seperti apa, nakes harus dijaga sehingga ketika ada masyarakat yang sakit maka segera diobati di tempat, tidak perlu dibawa ke daerah lain dan memperoleh pengobatan yang baik,” katanya.
Arianto menegaskan bahwa perlindungan terhadap tenaga kesehatan juga berkaitan dengan keberlangsungan pelayanan di rumah sakit dan puskesmas.
Guru Dinilai Menentukan Masa Depan Generasi Papua PegununganSelain tenaga kesehatan, Arianto menyoroti pentingnya perlindungan terhadap guru yang bertugas di berbagai satuan pendidikan.
Ia menyebut guru memiliki peran besar dalam membangun masa depan generasi muda Papua Pegunungan melalui pendidikan.
Menurutnya, keselamatan guru harus tetap dijaga meskipun sebagian wilayah Papua Pegunungan menghadapi situasi keamanan yang berisiko.
“Saya sebagai anak asli Papua Pegunungan serta dipercayakan menjadi perwakilan daerah dipusat melalui DPD berharap nakes dan guru tetap dijaga dan dilindungi meski wilayah ini dikategorikan sebagai zona merah atau perang. Masa depan masyarakat dan generasi kita berada di pundak nakes dan guru,” ujarnya.
Arianto berharap masyarakat dapat mendukung keberadaan para guru agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung di tengah tantangan keamanan.
Masyarakat Diminta Bersama-sama Menjaga Pelayanan PublikArianto menekankan bahwa perlindungan terhadap tenaga kesehatan dan guru merupakan bagian dari upaya mempertahankan pelayanan dasar bagi masyarakat Papua Pegunungan.
Ia mengingatkan bahwa kedua profesi tersebut memiliki kontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat.
Keamanan petugas kesehatan diperlukan agar masyarakat tetap memperoleh layanan pengobatan, sedangkan keselamatan guru penting untuk menjaga keberlanjutan pendidikan.
Sebagai wakil daerah di DPD RI, Arianto berharap seluruh elemen masyarakat Papua Pegunungan berperan aktif melindungi tenaga kesehatan dan guru dari berbagai bentuk kekerasan.





Komentar (0)