Syarikat Islam Ingin Perkuat Kerja Sama dengan Muhammadiyah dalam Dakwah Ekonomi

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Syarikat Islam (SI) menyatakan keinginan SI memperkuat kerja sama dengan Muhammadiyah dalam dakwah ekonomi.

Ia menilai pemerintah kini membuka peluang besar bagi organisasi Islam untuk terlibat membangun ekonomi kerakyatan.

Hal itu disampaikan Ferry dalam Dialog Kebangsaan pada rangkaian Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam di Surabaya, Minggu (18/10/2026).

Turut hadir juga sebagai narasumber Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Presiden SI Hamdan Zoelva.

"Ini kesempatan hibrida antara pendekatan yang dilakukan secara masif oleh organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan pembukaan akses oleh pemerintah," kata Ferry. Menurutnya, kolaborasi itu dapat mengubah praktik dan sistem ekonomi nasional dari yang liberal-kapitalistik menjadi lebih sesuai dengan ekonomi konstitusi.

BACA JUGA:Jadi Solusi Pembiayaan Syariah, Dompet Dhuafa Ungkap Potensi Cash Waqf Linked Sukuk

Ferry mengatakan pemerintah kini memiliki infrastruktur Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Ia mengajak Muhammadiyah dan pengusaha SI membentuk hub bersama untuk menyalurkan barang ke gerai-gerai koperasi.

Anak muda juga didorong memproduksi kebutuhan sehari-hari, seperti kecap, sambal, sampo, dan sabun, untuk dijual di gerai tersebut. “Kami butuh hub atau offtaker yang ukurannya lebih besar," ujarnya.

Ferry mencontohkan kerja sama yang sudah berjalan, yakni MoU dengan Majelis Tabligh PP Muhammadiyah untuk mendirikan koperasi masjid.

Dari hampir 12.000 masjid Muhammadiyah, pilot project akan dimulai di 700 titik. Kerja sama serupa juga dijalin dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan ia berharap SI turut terlibat.

Ia juga mengingatkan akar sejarah koperasi yang tak terlepas dari Syarikat Islam, yakni Koperasi Setia Usaha yang didirikan H.O.S. Tjokroaminoto di Surabaya pada 1913.

Sementara itu, Haedar Nashir menekankan dakwah harus kembali pada makna aslinya, yaitu mengajak dan menyeru, bukan menghakimi atau memusuhi. Ia berharap umat Islam beralih dari mayoritas kuantitas menjadi mayoritas kualitas.

Terkait ukhuwah, Haedar menilai persaudaraan umat mudah diwujudkan dalam ibadah dan kegiatan sosial, tetapi memerlukan mujahadah ketika menyangkut politik dan ekonomi.

BACA JUGA:Tipis! Peluang Prabowo Lengser pada 2026 Turun Jadi 6 Persen di Polymarket, Ini Faktanya

Ia menyebut fanatisme golongan yang berlebihan sebagai ‘virus’ ukhuwah. Kuncinya, kata dia, sering bertemu dan bersilaturahmi, merintis kerja sama di bidang pendidikan, sosial, kesehatan, dan ekonomi, serta kembali pada semangat islah bila terjadi perselisihan.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Laba Emiten Tumbuh 16,25 Persen di Tengah Koreksi IHSG
• 4 jam lalu
0
thumb
Cara Mendapatkan Penghasilan Tambahan Berdasarkan Zodiak
• 1 jam lalu
0
thumb
Laga Persebaya vs PSS Sleman Diawali Hening Satu Menit untuk Korban Kecelakaan
• 4 jam lalu
0
thumb
Solidaritas di Tengah Duka, Suporter PSIM Kerahkan Ambulans untuk Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan Rombongan PSS Fans
• 2 jam lalu
0
thumb
Kecelakaan Beruntun Dahsyat di Jembatan Xupu Shanghai, Tiongkok Libatkan Banyak Kendaraan, Jumlah Korban Masih Belum Diketahui
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.