jpnn.com, JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa data dari Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa belanja jemaah haji Indonesia mencapai sekitar Rp 4 triliun dengan Sulawesi Selatan diperkirakan menyumbang sekitar 25 persen.
Potensi tersebut, menurut Menhaj, perlu dibaca sebagai peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar, termasuk menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan jemaah haji dan umrah.
BACA JUGA: Pemerintah Menyubsidi Pelunasan Biaya Haji 2027, Lisda Hendrajoni: Alhamdulillah
“UMKM harus didorong agar bisa naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas. Potensi ekonomi haji ini perlu dimanfaatkan sehingga pelaku usaha daerah tidak hanya menjadi penonton,” kata Menhaj dalam rangkaian UMKM Expo Sulsel 2026 di Gowa, 17 Oktober 2026.
Besarnya belanja jemaah menunjukkan adanya kebutuhan ekonomi yang dapat dikembangkan, mulai dari produk konsumsi hingga barang dan jasa penunjang perjalanan ibadah.
BACA JUGA: Biaya Haji 2027 Rp 54,6 Juta, Ongkos yang Ditanggung Jemaah Turun Rp3,4 Juta
Namun, peluang tersebut membutuhkan kesiapan pelaku usaha, baik dari sisi kualitas produk, kapasitas produksi, maupun kemampuan memenuhi kebutuhan pasar secara konsisten.
Sulawesi Selatan dinilai memiliki ruang untuk mengambil bagian dalam pengembangan ekosistem ekonomi haji. Penguatan UMKM daerah dapat menjadi salah satu jalan untuk mempertemukan potensi produksi lokal dengan kebutuhan jemaah, sekaligus memperluas manfaat ekonomi penyelenggaraan haji bagi masyarakat.
BACA JUGA: Prabowo Minta Biaya Haji Tak Memberatkan Jemaah
Di sisi lain, pemerintah terus berupaya menjaga keterjangkauan biaya ibadah haji. Menhaj menyampaikan bahwa penurunan biaya haji tidak terlepas dari dukungan Presiden Prabowo Subianto melalui kebijakan subsidi pemerintah. Keringanan biaya tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga akses masyarakat terhadap ibadah haji.
"Tahun ini biaya haji turun, dan untuk pertama kalinya pemerintah memberikan subsidi kepada jemaah sebesar 3,4 juta rupiah," ujar Menhaj.
Rangkaian UMKM Expo Sulsel 2026 juga diisi dengan pembagian hadiah perjalanan umrah kepada dua guru ngaji, serta sepeda dan uang tunai bagi pelajar Sulawesi Selatan yang terpilih.
Pengembangan ekosistem ekonomi haji membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Tantangannya bukan hanya memperbesar nilai transaksi, melainkan memastikan pelaku UMKM daerah memiliki kapasitas dan kesempatan untuk masuk ke pasar yang terbentuk dari kebutuhan jemaah.
Dengan demikian, potensi ekonomi haji diharapkan tidak berhenti sebagai angka belanja, tetapi dapat berkembang menjadi peluang usaha yang memberi manfaat lebih luas bagi perekonomian Indonesia. (esy/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Mesyia Muhammad





Komentar (0)