Biak: Kabupaten Biak Numfor dinilai berpotensi menjadi pusat pariwisata serta kebudayaan di kawasan Indonesia Timur dan Pasifik. Bahkan, salah satu kabupaten di Papua itu dapat mengembangkan ekonomi kreatif dan UMKM lokal.
“Ajang ini dirancang sebagai momentum strategis untuk mendorong Kabupaten Biak Numfor menjadi pusat (hub) pariwisata dan kebudayaan di kawasan Indonesia Timur dan Pasifik,” ujar Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Edi Nurhabad, dalam keterangan tertulis, Minggu, 18 Oktober 2026.
Hal ini disampaikan Edi saat menghadiri Festival Budaya Biak-Melanesia 2026, Sabtu, 17 Oktober 2026. Kehadiran Edi mewakili Menteri Dalam Negeri selaku Kepala BNPP RI, Tito Karnavian.
Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Edi Nurhabad saat menghadiri Festival Budaya Biak-Melanesia 2026, Sabtu, 17 Oktober 2026. Dok. BNPP RI
Edi menjelaskan Festival Budaya Biak-Melanesia merupakan wujud komitmen bersama untuk menjaga, melestarikan, dan mewariskan kekayaan adat, serta identitas leluhur masyarakat Biak sebagai bagian dari masyarakat Melanesia.
Mengusung tema Elok Alamku, Pesona Budayaku, festival ini dibuka dengan penabuhan tifa bersama Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra, dan sejumlah pejabat lainnya.
Baca Juga :
Perluas Jaringan Bisnis, Pariwisata Indonesia Bidik Pasar Global
Pembukaan festival ditandai dengan penampilan Biak Numfor Bernyanyi yang melibatkan 2.206 siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Penampilan tersebut mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Festival Budaya Biak-Melanesia 2026 berlangsung dengan menghadirkan beragam kegiatan seni, budaya, dan pariwisata pada 17–21 Oktober 2026. Sejumlah agenda melibatkan pelajar melalui pertunjukan seni, gerak jalan, paduan suara, dan drum band, serta menampilkan kekayaan tradisi dan potensi wisata setempat.
Penyelenggaraan festival ini diharapkan dapat meningkatkan pengenalan terhadap budaya dan potensi pariwisata Biak Numfor sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan pelaku UMKM lokal. Dengan demikian, pelestarian warisan leluhur dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.





Komentar (0)