Begini Strategi Kombes Putu Cegah Mobilisasi Pelajar Bekasi ke Jakarta Buat Demo 20 Oktober

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Bekasi, VIVA – Polres Metro Bekasi Kota menggelar Tactical Floor Game (TFG) dalam rangka kesiapan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di Markas Polres Metro Bekasi Kota, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan untuk mematangkan strategi pengamanan dan mengantisipasi potensi mobilisasi pelajar menuju Jakarta menjelang aksi unjuk rasa pada 20 Oktober 2026.

Baca Juga :
Ribuan Warga Demo di Portugal, Tuntut Upah Naik hingga Harga Hunian Terjangkau
Andi Gani Bilang KBPBI Tak Akan Gelar Demo 20 Oktober

Sebanyak 1.300 personel, baik berseragam maupun tidak berseragam, disiagakan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Melalui TFG, kepolisian menguji kesiapan personel dalam menghadapi enam skenario pengamanan yang disusun berdasarkan potensi kerawanan.

Simulasi tersebut mencakup koordinasi antarsatuan, pengendalian personel, serta mekanisme pengambilan keputusan dalam merespons perkembangan situasi. Setiap tahapan dirancang untuk memastikan pelaksanaan pengamanan berlangsung secara terpadu, terukur, dan sesuai prosedur.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Putu Kholis Aryana, menyampaikan bahwa kesiapan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab kepolisian dalam menjaga ketertiban menjelang berlangsungnya aksi di Jakarta.

Ia menekankan pentingnya membedakan penyampaian aspirasi secara damai dengan tindakan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, sehingga setiap penanganan tetap berlandaskan ketentuan hukum.

“Kami menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat secara damai. Namun, kami tidak akan segan mengambil langkah tegas terhadap siapa pun yang dengan sengaja menghasut, menggerakkan, atau memanfaatkan pelajar untuk melakukan tindakan melawan hukum. Anak-anak tidak boleh dijadikan alat kepentingan pihak tertentu, terlebih jika harus mempertaruhkan keselamatan dan masa depan mereka,” tegas Putu Kholis.

Dalam skema pengamanan yang disiapkan, personel berseragam menjalankan tugas pengamanan terbuka, sedangkan personel tidak berseragam mendukung pemantauan dan deteksi dini sesuai kewenangannya.

Pengawasan diarahkan pada potensi titik berkumpul, jalur keberangkatan menuju Jakarta, serta perkembangan informasi terkait ajakan mobilisasi melalui media sosial. Hasil pemantauan menjadi bahan koordinasi dalam menentukan langkah antisipasi berdasarkan kondisi di lapangan.

Selain memperkuat kesiapan operasional, kepolisian mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif terhadap pelajar yang ditemukan dalam situasi berisiko.

Koordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua menjadi bagian dari langkah pencegahan, sementara dugaan tindak pidana akan ditangani berdasarkan fakta, alat bukti, dan keterlibatan masing-masing pihak. Penanganan terhadap anak tetap memperhatikan ketentuan perlindungan anak dan prinsip proporsionalitas.

Baca Juga :
Dunia Aset Digital Berubah Cepat, Apa yang Perlu Dipahami Masyarakat Sebelum Ikut Terjun?
Tawuran Pelajar di Bekasi Makin Panas, 12 Anak Ditangkap, Polisi Sita Golok
Polisi Rekonstruksi Jalur Pelajar dari Bekasi ke Jakarta, Dalami Peran F alias Batak

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bareskrim dan BNN Razia Diskotek di Jakarta, 9 Orang Positif Narkoba
• 1 jam lalu
0
thumb
[FULL] Eks Kepala BMKG soal Asap Karhutla Tak Terdeteksi, Apakah Jakarta Sudah Aman? | SAPA MALAM
• 2 jam lalu
0
thumb
Sekjen PBB Bakal Bertemu Prabowo di Bogor, Apa yang Dibahas?
• 1 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Naik, Ini 7 Aplikasi Beli Emas Digital
• 4 jam lalu
0
thumb
Tawuran 3 Gelombang Pecah di Depan Stasiun Manggarai, Gerobak Dibakar
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.