Grid.ID - Baru-baru ini seorang balita viral usai menangis sendirian di tenda Gunung Prau. Usut punya usut, balita itu menangis karena ditinggal orang tuanya summit ke puncak Gunung Prau.
Video balita menangis di Gunung Prau itu viral usai diunggah oleh beberapa akun media sosial. Dalam unggahan itu, tampak seorang balita memakai sebuah jaket menangis cukup kencang.
Balita tersebut tampak menangis di dalam sebuah tenda tanpa pengawasan orang tua. Beruntung, saat balita itu menangis terdapat pendaki lain yang mengetahui.
Pendaki itu akhirnya mencoba menenangkan balita tersebut dan menunggu hingga orang tuanya datang kembali ke tenda. Lantas bagaimana kronologi balita menangis ditinggal summit orang tua di Gunung Prau? Simak ulasannya.
Kronologi Balita Menangis Ditinggal Summit Orang Tua di Gunung Prau
Melansir dari TribunJakarta.com, insiden itu bermula saat orang tua Balita pergi melakukan summit ke puncak Gunung Prau. Saat melakukan summit itu, balita tersebut tidak diajak lantaran sedang tidur.
Balita itu lantas dititipkan kepada temannya yang mendirikan tenda bersebelahan. Namun, ketika balita tersebut terbangun dan mulai menangis, teman yang dititipi disebut ikut tertidur sehingga tidak mengetahui kondisi anak tersebut.
Beruntung, balita itu lantas mendapat pertolongan dari pendaki lain yang berada di lokasi. Momen tersebut terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial.
"Ternyata kejadiannya bahwa si anak sebelum ditinggal summit dalam keadaan tidur dan dititipkan ke temannya yang tendanya bersebelahan ternyata saat si anak terbangun sampai nangis temannya ketiduran hingga akhirnya sang anak ditolong oleh pendaki yang ada di video yang lagi viral tersebut," tulis akun @ranger_prau.
Di unggahan yang sama, orang tua balita itu juga meminta agar video anaknya dihapus.
"Dengan kejadian ini atas nama orang tua memohon maaf dan meminta untuk video anaknya segera di takedown/hapus terima kasih." tulis akun tersebut.
Orang Tua Balita Ucapkan Permintaan Maaf
Ayah balita akhirnya datang ke basecamp untuk meminta maaf sekaligus memberikan klarifikasi usai video buah hatinya viral. Video permintaan maaf itu juga diunggah oleh akun Instagram @ranger_prau pada Sabtu (17/10/2026).
Dalam klarifikasi itu, ayah balita tersebut mengaku lalai meninggalkan anaknya sendiri di tenda. Ia juga meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya.
"Saya selaku orang tua di video tersebut ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian saya dalam menjaga anak saya.
"Ini menjadi pembelajaran buat saya untuk menjaga anak-anak saya dengan lebih baik lagi," ujar sang ayah.
Ia berharap kasus ini bisa menjadi pembelajaran untuk dirinya ke depan. Tak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada pendaki lain yang telah menolong buah hatinya.
"Dan saya ucapkan terimakasih kepada kakaknya yang telah menjaga anak saya dengan kejadian ini menjadi teguran saya selaku orang tua sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya," lanjutnya.
Demikianlah kronologi balita nangis ditinggal summit orang tua di Gunung Prau. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)