JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka genap berusia dua tahun pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Dalam momentum tersebut, Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) memaparkan berbagai capaian program prioritas pemerintah, mulai dari ketahanan pangan, energi, pendidikan, kesehatan, perumahan, hingga penegakan hukum.
Sejumlah program diklaim menunjukkan perkembangan signifikan selama dua tahun pemerintahan. Di sektor pangan, misalnya, produksi beras nasional meningkat dan pemerintah melaporkan tidak melakukan impor beras umum untuk konsumsi sepanjang 2025.
Sementara di bidang pendidikan dan kesehatan, program revitalisasi sekolah, Makan Bergizi Gratis (MBG), serta Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus diperluas.
Pemerintah juga menyoroti pengembangan energi terbarukan, pembangunan rumah bagi masyarakat, penguatan koperasi desa, serta upaya mengembalikan penguasaan kawasan hutan.
Berikut rangkuman capaian program pemerintah berdasarkan data yang dipaparkan Bakom RI.
BACA JUGA:Terungkap! Alasan Jokowi Berubah Sikap ke Prabowo, Kasus Ijazah Gibran Jadi Sorotan!
Ketahanan Pangan
Sektor pangan menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian besar selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Berdasarkan data yang disampaikan Bakom RI, produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,69 juta ton. Angka tersebut meningkat 13,29 persen dibandingkan produksi pada 2024.
Selain peningkatan produksi, Indonesia juga tidak mengimpor beras umum untuk konsumsi sepanjang 2025. Cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog tercatat mencapai 3,248 juta ton pada akhir tahun tersebut.
Untuk 2026, produksi beras nasional diproyeksikan mencapai 34,77 juta ton. Jumlah ini diperkirakan melampaui kebutuhan beras nasional yang berada di angka 31,10 juta ton.
Meski demikian, pencapaian tersebut tetap perlu dilihat bersama perkembangan harga beras, daya beli masyarakat, distribusi antardaerah, serta kesejahteraan petani.
Produksi yang tinggi diharapkan tidak hanya memperkuat stok nasional, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pemerintah turut menyederhanakan distribusi pupuk bersubsidi dengan memangkas 145 regulasi yang dinilai menghambat penyaluran. Harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi juga diturunkan sebesar 20 persen untuk membantu mengurangi biaya produksi petani.
Di sektor kelautan, pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih telah dilakukan pada 2025. Sebanyak 65 lokasi di antaranya telah memasuki tahap uji coba operasional. Pada 2026, program ini ditargetkan menjangkau 1.386 lokasi.
- 1
- 2
- 3
- 4
- »
- Last






Komentar (0)