Warga Tolak Rencana Kenaikan Tarif Parkir Jakarta: Parkir Sampai Rp 50.000, Lebih Mahal dari Makanannya

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga mengaku keberatan dengan rencana kenaikan tarif parkir Jakarta, yang diusulkan mulai dari Rp3.000 hingga Rp 15.000 per jam untuk motor.

Sedangkan tarif pakir kendaraan roda empat diusulkan naik hingga Rp 60.000 per jam.

Sony menilai tarif parkir bisa saja lebih mahal dibandingkan barang yang dibeli.

“Kita mau beli mi ayam itu misalnya Rp 20.000 kalau parkir sampai Rp 50.000 ya lebih mahalan parkirnya ketimbang makanannya,” kata Sony saat berbincang dengan Kompas.com di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026).

Baca juga: “Tarif Parkir Tinggi Akan Menambah Beban Pengeluaran” Warga Keberatan Tarif Parkir Diusulkan Naik

Bagi Sony, pengendara biasanya tidak hanya parkir selama satu jam ketika beraktivitas di luar rumah.

“Kalau misal ya sejam Rp6.000 kita kan kalau pergi ke mal atau ke tempat mana gitu tidak mungkin sejam dua jam, bisa dihitung buat parkir kena kali Rp 50.000,” ucap Sony.

Sementara pengguna sepeda motor asal Jakarta Timur, Sunandar (48) meminta rencana kenaikan tarif tersebut dipertimbangkan kembali.

Menurut Sunandar, banyak pekerja menggunakan sepeda motor untuk aktivitas sehari-hari.

Karena itu, kenaikan tarif parkir dinilai akan menambah pengeluaran mereka.

“Menurut saya kenaikan tarif parkir ini perlu dipertimbangkan lagi, karena pengguna motor banyak yang dari kalangan pekerja dan masyarakat yang mengandalkan kendaraan untuk aktivitas harian. Kalau tarifnya terlalu tinggi, tentu akan menambah beban pengeluaran,” ujar Sunandar.

Baca juga: Tarif Parkir Jakarta Diusulkan Naik, Sedan hingga Truk Dikenakan Tarif Berbeda

Ia memahami jika kenaikan tarif parkir diharapkan bisa mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum.

Namun, menurut dia, tidak semua warga memiliki pilihan tersebut, terutama mereka yang tinggal jauh dari pusat Jakarta.

“Ya bagus sih kalau nanti pada pindah ke transportasi umum, tapi kasihan kalau yang rumahnya jauh. Sudah terbebani pengeluaran makan, bensin, ini harus mikirin buat parkir juga,” katanya.

Pengguna motor lainnya, Ismi Nur Apbi (28), juga keberatan jika tarif parkir mencapai Rp15.000 per jam.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut dia, tarif sebesar itu akan cukup berat bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan sepeda motor untuk bekerja.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo Tegaskan Pelaku Pembakaran Hutan di Kalimantan Harus Ditindak
• 7 jam lalu
0
thumb
Selain Kebutuhan Pokok, Brantas Abipraya Pulihkan Akses Air Bagi Korban Gempa NTT
• 14 jam lalu
0
thumb
Bisnis Ciputra Life Moncer, Premi Semester I-2026 Melonjak 53%
• 18 jam lalu
0
thumb
Kisah Korban Gempa NTT, Tetap Layani Warga Agar Kebutuhan Energi Terjaga
• 13 jam lalu
0
thumb
KPK Jamin Mahasiswa Unsoed yang Masuk Lewat Jalur Bermasalah Tetap Bisa Kuliah
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.