Bisnis Ciputra Life Moncer, Premi Semester I-2026 Melonjak 53%

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dan melanjutkan pertumbuhan bisnis pada semester I-2026.

Berdasarkan laporan keuangan 2025 yang telah diaudit dan disusun sesuai PSAK 117, Ciputra Life membukukan laba bersih Rp99,3 miliar, tumbuh 95 persen dibandingkan Rp51 miliar pada 2024. Laba komprehensif tercatat Rp122,3 miliar, meningkat 126 persen dari Rp54,2 miliar pada tahun sebelumnya.

Posisi keuangan perusahaan juga mengalami pertumbuhan. Pada akhir 2025, total aset mencapai Rp1,3 triliun dan total investasi Rp1,1 triliun. Sementara total ekuitas mencapai Rp312,3 miliar.

Sementara dari sisi solvabilitas, Risk Based Capital (RBC) Ciputra Life pada akhir 2025 berada di level 315 persen, di atas tingkat minimum yang dipersyaratkan regulator.

Direktur Utama Ciputra Life Hengky Djojosantoso mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, permodalan, dan pengelolaan risiko.

"Sepanjang 2025, Ciputra Life mencatatkan pertumbuhan laba, aset, investasi, dan ekuitas berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit. Kami akan terus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis dengan tetap memperhatikan profitabilitas, kecukupan modal dan pengelolaan risiko secara prudent," ujar Hengky, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Pertumbuhan bisnis Ciputra Life berlanjut pada 2026. Berdasarkan laporan publikasi berkala perusahaan, premi pada semester I-2026 mencapai Rp387,6 miliar, meningkat 53 persen dibandingkan Rp253,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan premi tersebut didukung bisnis Asuransi Jiwa Kredit (AJK) dan Corporate Solution, serta peningkatan kerja sama dengan mitra bisnis existing maupun mitra baru.

"Memasuki 2026, kami terus meningkatkan kerja sama dengan mitra-mitra bisnis kami dan melakukan pengembangan bisnis. Pertumbuhan premi pada semester I-2026 menunjukkan hasil yang sangat positif dengan peningkatan sebesar 53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun demikian, kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kualitas portofolio dan profitabilitas," jelas Hengky.
 

Baca Juga :

Industri Asuransi Jiwa Bayarkan Total Klaim dan Manfaat Rp38,75 Triliun

2 penopang bisnis Ciputra Life
Asuransi Jiwa Kredit (AJK) menjadi salah satu lini bisnis utama Ciputra Life. Perusahaan mengembangkan portofolio AJK yang mencakup Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Kredit UMKM, Kredit Multiguna (KMG), hingga Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Pengembangan bisnis tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan lebih dari 50 mitra bisnis, baik perbankan maupun lembaga keuangan nonbank.


Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com


Selain AJK, lini Corporate Solution, termasuk solusi asuransi kesehatan kumpulan yang mulai dikembangkan sejak pertengahan 2024, juga menunjukkan perkembangan positif dan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan bisnis perusahaan.

Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, klaim dan manfaat yang dibayarkan kepada nasabah pada semester I-2026 mencapai Rp107,1 miliar, meningkat dibandingkan Rp56,7 miliar pada semester I-2025.

"Kepercayaan nasabah merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan bisnis asuransi. Karena itu, selain menjaga kesehatan keuangan perusahaan, kami memastikan kewajiban kepada nasabah dipenuhi sesuai dengan ketentuan polis," ucap Hengky.
 

Baca Juga :

AAJI Catat Total Pendapatan Industri Asuransi Rp47,63 Triliun di Kuartal I-2026
  Penerapan PSAK 117
Di sisi lain, 2025 juga menjadi periode penting bagi industri asuransi Indonesia dengan mulai berlakunya PSAK 117 mengenai Kontrak Asuransi yang merupakan adopsi IFRS 17 sejak 1 Januari 2025.

Ciputra Life telah menerapkan PSAK 117 dalam penyusunan laporan keuangan 2025. Laporan keuangan tersebut telah diaudit dengan opini wajar tanpa modifikasian, disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan dipublikasikan sesuai ketentuan yang berlaku.

PSAK 117 membawa perubahan dalam pengukuran, pengakuan, dan penyajian kontrak asuransi. Salah satu perubahan utama adalah premi yang diterima tidak lagi langsung disajikan sebagai pendapatan perusahaan. Pendapatan asuransi diakui seiring dengan pemberian jasa asuransi kepada nasabah.

Penerapan PSAK 117 tidak mengubah ekonomi dasar maupun arus kas bisnis perusahaan, tetapi mengubah metode pengukuran serta waktu pengakuan laba dan ekuitas dalam laporan keuangan. Implementasi standar tersebut menjadi bagian dari upaya Ciputra Life meningkatkan kualitas, transparansi, dan konsistensi pelaporan keuangan perusahaan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Tegaskan Molinas Bukan Merek Tunggal, Terbuka untuk Banyak Pabrikan
• 10 jam lalu
0
thumb
Sungai Barito Kering Bak Gurun Pasir, Transportasi Sungai Hampir Lumpuh
• 13 jam lalu
0
thumb
Rektor UB: Mahasiswa pascasarjana di Indonesia baru capai 0,5 persen
• 2 jam lalu
0
thumb
Pagelaran Sabang Merauke 2026 Usung Cerita Hikayat Srikandi Nusantara
• 4 jam lalu
0
thumb
Pengacara Ungkap Langkah Ruben Onsu soal Dugaan Penggelapan
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.