JAKARTA, KOMPAS.TV - Kornas Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia, Ubaid Matraji, buka suara terkait kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, yang diungkap KPK.
Ia pun menyoroti sistem penerimaan mahasiswa baru (maba) jalur mandiri dalam kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi tersebut.
Menurut Ubaid, modus yang terjadi di Unsoed bukanlah sesuatu yang baru. Ia menyebut setiap musim penerimaan mahasiswa baru, selalu ada temuan kasus serupa.
"Sudah menjadi rahasia umum bahwa jalur mandiri ini adalah memang jalur di mana ada pintu-pintu atau celah penyelewengan dana atau dalam 'jual beli' kursi kuliah yang ini dimanfaatkan oleh kampus untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya," ujar Ubaid dalam dialog Kompas Petang KompasTV, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, banyak pimpinan kampus terlibat kasus penerimaan jalur mandiri, tidak hanya di Unsoed saja seperti yang terjadi baru-baru ini.
Baca Juga: OTT KPK di Unsoed, Detik-Detik Kepala Bagian Akademik Tunjukkan Uang Ratusan Juta dari Brankas
Karena banyaknya kasus terjadi, Ubaid menilai jalur mandiri menimbulkan tanda tanya besar.
"Ini jalur yang sangat gelap dan memberikan karpet merah bagi mahasiswa atau orang tua yang memberikan uang lebih kepada kampus," ucapnya.
Ia mengatakan, kasus-kasus pemerasan atau gratifikasi sering terjadi untuk penerimaan di fakultas-fakultas yang banyak diminati mahasiswa, tidak hanya di Fakultas Kedokteran (FK) saja seperti yang terjadi di Unsoed.
Ubaid mengaku menyayangkan adanya jalur mandiri ini. Ia menilai jalur mandiri terbukti menimbulkan banyak korban dari orang tua atau mahasiswa yang tidak bisa membayar ketika diminta "membeli kursi kuliah" oleh oknum-oknum pimpinan kampus.
Tidak hanya keterlibatan oknum kampus, menurut Ubaid sistem jalur mandiri itu sendiri juga bermasalah.
Baca Juga: KPK Ungkap Nasib Mahasiswa Unsoed yang Masuk Lewat Jalur Penerimaan Bermasalah
"Karena jalur mandiri ini sistem yang memang tidak transparan dan tidak akuntabel. Tidak seperti jalur lain, contoh ada kan penerimaan mahasiswa berbasis prestasi, ada juga berbasis tes," ujarnya.
Ubaid menjelaskan, jalur mandiri menjadi otonomi kampus sehingga pihak kampuslah yang menentukan kuota sampai besaran biaya yang harus dibayar oleh mahasiswa.
Menurutnya, otonomi kampus itu kemudian tidak jarang dimanfaatkan untuk meraih keuntungan sebanyak-banyaknya dari jalur mandiri.
Bahkan, ia menilai jalur mandiri seakan-akan hanya dikhususkan bagi mereka yang mampu membayar.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- unsoed
- universitas
- kampus
- jalur mandiri
- pendidikan
- pemerasan






Komentar (0)