Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Sabtu lontaran abu 400 meter

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Lampung Selatan (ANTARA) - Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan kembali mengalami erupsi pada Sabtu siang dengan kolom abu vulkanik teramati mencapai sekitar 400 meter di atas puncak.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 11.57 WIB. Kolom abu keluar dari kawah berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat daya.

Aktivitas erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 55 milimeter dan berlangsung selama 139 detik atau sekitar 2 menit 19 detik.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Suwarno, mengatakan, peningkatan aktivitas vulkanik tersebut terus dipantau secara intensif melalui pengamatan visual maupun instrumental untuk mengetahui perkembangan aktivitas gunung api secara berkelanjutan.

“Iya benar, hari ini kembali telah terjadi erupsi pada pukul 11.57 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 400 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal,” ujarnya.

Baca juga: PVMBG catat Gunung Anak Krakatau 20 kali erupsi pada 17 Agustus 2026

Ia menjelaskan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih bersifat fluktuatif sehingga potensi erupsi susulan masih dapat terjadi. Oleh karena itu, masyarakat di sekitar Selat Sunda diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan Badan Geologi melalui PVMBG.

Menurut dia, peningkatan aktivitas vulkanik yang terjadi pada awal Juli menjadi dasar Badan Geologi menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Meski demikian, aktivitas gunung api tersebut masih berada dalam kategori yang dapat dipantau dengan penerapan langkah mitigasi sesuai rekomendasi PVMBG.

Masyarakat, wisatawan, maupun nelayan diimbau tidak beraktivitas dalam radius yang telah direkomendasikan oleh otoritas vulkanologi guna menghindari risiko yang dapat ditimbulkan akibat erupsi maupun lontaran material vulkanik.

“Nelayan dan wisatawan diminta untuk tidak mendekati dalam radius dua kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau,” ucapnya.

Selain itu, nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda juga diminta untuk terus memantau perkembangan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi cuaca sebelum melaut.

Dia juga menegaskan bahwa masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan oleh lembaga berwenang.

Baca juga: Warga keluhkan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Resmi Buka! Danantara Expo Sedia 100 Ribu Unit Hunian Murah Cicilan Rp1 Juta | KOMPAS SIANG
• 4 jam lalu
0
thumb
Isi Freon hingga Ganti Kompresor, Segini Biaya Servis AC Mobil
• 5 jam lalu
0
thumb
IHSG Sepekan Naik 1,93 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp 11.449 Triliun
• 12 jam lalu
0
thumb
5 Fakta 14 Juta Jiwa Selamat Berkat Kapal 2,6 Ton Narkoba Cair Disergap
• 11 jam lalu
0
thumb
Bukan Gagal Move On, September Band Rayakan Cinta yang Masih Tersisa
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.