JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Pemprov DKI Jakarta akan menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun pada tahun ini. Dana hasil penerbitan obligasi itu akan diprioritaskan untuk membiayai sejumlah proyek, termasuk pembangunan LRT Jakarta dan rumah sakit umum daerah (RSUD).
Rencana nilai obligasi daerah tersebut meningkat menjadi Rp5,6 triliun yang dibagi menjadi 2 tahap, yaitu Rp4,2 triliun pada tahun 2027 dan Rp1,3 triliun pada tahun 2028.
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Syafi Djohan mengatakan bahwa dana obligasi daerah tidak perlu ditolak jika digunakan untuk proyek produktif yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
"Saya tidak melihat obligasi sebagai sesuatu yang harus ditolak, sepanjang digunakan untuk membiayai pembangunan yang memang penting, produktif, dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat," ujar Syafi Djohan, Sabtu (22/8/2026).
Hal yang penting, kata dia, pemerintah daerah perlu benar-benar mempersiapkan dengan matang apabila akan menggunakan obligasi.




Komentar (0)