Chemistry antara Adhisty Zara dan Devano Danendra dalam film Rumah Singgah ternyata tidak didapatkan secara instan. Meski keduanya sudah berteman lama, mereka tetap menjalani proses pendalaman karakter yang unik dan intens.
Salah satu metode yang paling berkesan bagi keduanya adalah sesi workshop origami. Menariknya, bagi Devano Danendra dan Adhisty Zara, melipat kertas justru jauh lebih menantang dibandingkan melakukan adegan drama yang menguras air mata.
"Oh, ada workshop origami! Itu sulit tahu. Kebetulan aku enggak pernah bisa ya karena susah banget. Devano nih yang jago," kata Zara di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu (19/8).
Devano menyebut ketelitian yang dibutuhkan dalam membuat origami memberikan tekanan tersendiri selama proses produksi.
"Itu yang paling sulit beneran. Bikin origami paling susah, mendingan nangis deh beneran," seloroh Devano.
Proses Bonding Adhisty Zara dan Devano Danendra untuk Film Rumah SinggahSelain melipat kertas, proses bonding mereka juga diperkuat melalui metode akting. Selama satu bulan penuh saat masa reading, mereka diminta menciptakan latar belakang cerita sendiri untuk karakter yang mereka mainkan.
"Kami bikin monolog sendiri, bikin backstory sendiri tentang karakternya seperti apa, terus kami presentasi di depan semuanya. Jadi kamk ketika syuting benar-benar kenal karakter kita seperti apa," tutur Zara.
Tak hanya di ruang latihan, mereka juga riset ke Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI), agar bisa merasakan langsung beban mental dan fisik sebagai pasien kanker.
"Kami punya banyak waktu riset yang ternyata cukup panjang untuk bisa mengenal penyakit-penyakit yang akan kami bawa karena kami pasien kan," pungkas Devano.
Film Rumah Singgah mengisahkan Karla (Adhisty Zara), atlet lari pengidap osteosarkoma, kanker tulang yang ganas. Di tengah upaya sembuh, Karla tiba di rumah singgah, di mana ia disambut hangat oleh Bu Andin (Dewi Irawan), kepala rumah singgah, serta para penghuninya, Luki (Devano), Toni (Ciccio Manassero), dan Pika (Messi Gusti).
Karla dan teman-teman barunya perlahan membangun persahabatan. Bersama Mang Didu (Aming), penjaga rumah singgah, mereka mengawali perjalanan yang baru, di mana mimpi yang hampir sirna menemukan harapan.
Film ini dibintangi Adhisty Zara, Devano, Messi Gusti, Ciccio Manassero, Aming, Dewi Irawan, Marthino Lio, Agnes Naomi Shivapriya, dan Alex Abbad, tayang di bioskop mulai 27 Agustus.






Komentar (0)