Hasil Penelitian: Ini Manfaat Kesehatan Pelihara Kucing di Rumah

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Cat Sitter merawat kucing peliharaan yang dititipkan di Arnamir Cat Hotel Cikajang, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kucing merupakan hewan yang lucu dan menggemaskan, sehingga menjadi salah satu pilihan hewan peliharaan di rumah. Ternyata, memelihara anak bulu ini di rumah bukan sekadar menghadirkan teman bermain atau hiburan semata.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kehadiran kucing juga memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik dan mental pemiliknya.

Manfaat memelihara kucing di rumah dibuktikan dari berbagai studi ilmiah. Beberapa penelitian menyatakan bahwa interaksi manusia dengan kucing dapat memengaruhi kondisi tubuh, mulai dari tekanan darah hingga kesehatan mental. Manfaat tersebut muncul melalui aktivitas sederhana seperti bermain, membelai, hingga merawat kucing dalam keseharian.


Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga disebut dapat memperoleh manfaat kesehatan dari kedekatan dengan hewan peliharaan. Paparan sejak usia dini bahkan diyakini mampu membantu pembentukan sistem kekebalan tubuh yang lebih baik.

Baca: 6 Makanan Paling Cepat Picu Kanker, Sudah Terbukti Ilmiah

Berangkat dari temuan-temuan tersebut, memelihara kucing kini tak lagi sekadar hobi, melainkan juga bagian dari gaya hidup sehat. Berikut tujuh manfaat memelihara kucing yang telah dibuktikan melalui berbagai penelitian ilmiah.

1. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Hasil penelitian di Australia yang melibatkan 5741 subjek menemukan bahwa pemilik hewan peliharaan cenderung memiliki tekanan darah yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki hewan peliharaan dengan profil sosioekonomi dan indeks massa tubuh yang sama.

2. Menurunkan Stres

Menyentuh atau memeluk kucing bisa merangsang pelepasan endorfin, hormon alami yang mengurangi sensasi nyeri dan meningkatkan suasana hati. Selain itu, merawat kucing dan bermain dengannya dapat memberikan kesempatan untuk aktivitas fisik, yang dapat meningkatkan tingkat energi dan membantu mengurangi gejala fisik stres.

3. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Memelihara kucing juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Studi yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Universitas Minnesota, Amerika Serikat, menemukan bahwa orang-orang yang tidak memelihara kucing memiliki risiko meninggal dunia terkena penyakit jantung sekitar 30-40% dibandingkan orang yang memelihara kucing.

Studi ini melakukan pengamatan selama satu dekade dengan sampel pengamatan sebanyak 4.435 orang.

4. Membantu Anak Penderita Autisme

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Missouri, Amerika Serikat, menunjukkan interaksi sosial anak penderita autisme mengalami peningkatan signifikan ketika mereka dikelilingi oleh hewan peliharaan.

Hampir setengah dari jumlah keluarga yang diteliti memiliki kucing sebagai hewan peliharaan. Orang tua dalam keluarga-keluarga tersebut melaporkan adanya ikatan emosional yang kuat antara mereka dan anak-anak mereka.

5. Menyembuhkan Nyeri Tulang, Sendi, dan Otot

Kucing sering kali mengeluarkan suara seperti mendengkur atau sering disebut purring. Suara dengkuran ini memiliki kemampuan penyembuhan bagi nyeri tulang dan otot manusia. Ini terkait dengan frekuensi getaran dengkuran kucing yang berada pada kisaran 20-140 hz.

6. Membantu Kesehatan Mental

Berinteraksi dengan hewan peliharaan, termasuk kucing, bisa memicu pelepasan hormon oksitosin dalam tubuh manusia. Hormon oksitosin sering disebut sebagai hormon cinta dan koneksi sosial.

Riset mengungkapkan bahwa saat seseorang berinteraksi dengan kucing, terjadi peningkatan kadar oksitosin dalam darah. Ini dapat berkontribusi pada peningkatan perasaan relaksasi dan kebahagiaan.

Penelitian yang dilakukan oleh Allen et al. (2020) menunjukkan bahwa bermain dengan kucing selama sesi terapi dapat mengurangi tingkat kortisol dan hormon stres dalam tubuh manusia.

Para partisipan yang berinteraksi dengan kucing mengalami penurunan signifikan dalam tingkat kecemasan dan merasa lebih rileks. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan kucing dapat membantu menurunkan respons stres dan mengurangi tekanan psikologis yang dirasakan.

7. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Memelihara kucing bisa membantu melindungi anak-anak dari risiko sejumlah penyakit, seperti infeksi, alergi, dan gangguan pernapasan.

Penelitian terhadap anjing dan kucing menunjukkan bahwa anak-anak yang berinteraksi dengan kedua hewan peliharaan ini sejak usia dini memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat, terutama dalam menghadapi gangguan pernapasan.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Medical Tourism,Klinik Kecantikan Kelas Dunia Investasi di Bali

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pascagempa NTT, Pertamina Pastikan 56 SPBU di Pulau Flores Sudah Normal
• 3 jam lalu
0
thumb
RI Punya Harta Karun di Bawah Bantal, Bisa Saingi China!
• 1 jam lalu
0
thumb
Rusia Dihantam dari 9 Titik! Ukraina Mulai Putus Urat Nadi Pasukan Putin
• 3 jam lalu
0
thumb
Deretan Da’i Nasional Siap Meriahkan Tabligh Akbar Nasional dan Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah di Masjid Istiqlal Besok
• 16 jam lalu
0
thumb
Komisi VIII Ungkap Rp 60 M Dana Haji RI Diblokir Saudi, Minta Kemenhaj Bergerak
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.