RI Punya Harta Karun di Bawah Bantal, Bisa Saingi China!

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Emas Batangan dan Koin dalam brankas Pro Aurum di Munich, Jerman pada 14 Agustus 2019. (REUTERS/Michael Dalder)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emas sebagai aset instrumen lindung nilai menjadi primadona masyarakat untuk mengamankan sebagian hartanya. Namun, ternyata ribuan ton emas masih bersemayam di bawah bantal alias belum masuk ke sistem keuangan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, sebagian masyarakat masih belum percaya pada lbaga penympanan untuk mengamankan emas mereka. Padahal, emas yang belum masuk ke sistem keuangan jumlahmya cukup besar, yaitu mencapai sekitar 1.800 ton.

Sebanyak 1.800 ton emas itu menurut Airlangga memiliki nilai sebesar US$ 252 miliar, atau bila dikonversi ke nilai tukar rupiah setara Rp 4.483,02 triliun (kurs Rp17.790/US$).


"Emas yang ada di bawah bantal, itu ada 1.800 ton. Nah, kalau 1.800 ton, itu nilainya juga luar biasa, US$ 252 miliar," kata Airlangga dalam acara Peluncuran Indonesia Bullion Market Association di Monas Grand Ballroom BSI Tower, Jakarta, dikutip Sabtu (21/8/2026).

Airlangga mengatakan, bila 1.800 ton emas yang masih bersemayam di bawah bantal itu bisa masuk ke sistem keuangan RI dengan nilai US$ 252 miliar, akan membuat catatan stok emas Indonesia menjadi bagian dari yang terbesar di dunia.

"Nah ini sebuah pertumbuhan yang luar biasa kalau itu bisa kita lakukan. Karena kalau kita lihat Amerika punya stok emas 8.133 ton, kemudian China 2.331. Kalau Indonesia 1.800, itu udah langsung di bawah mereka semua," ucap Airlangga.

Baca: Emas Dunia Pesta Pora, Harganya Terbang ke Level Tertinggi 3 Bulan

Oleh sebab itu, Airlangga meminta dua lembaga jasa keuangan yang telah memiliki layanan bullion, yakni Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Pegadaian, untuk mencari cara membuat masyarakat percaya menitipkan aset emasnya.

PT Pegadaian sendiri kata Airlangga kini telah mengelola 153 ton stok emas masyarakat, dan BSI sekitar 20 ton.

"Jadi bagaimana tugasnya dari Pegadaian maupun BSI yang US$ 252 billion ini mungkin 20% nya saja pindah dari ditaruh di bawah bantal, ditaruh ke instrumen keuangan ataupun instrumen perbankan syariah maupun Pegadaian," tutur Airlangga.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Racikan Investasi & Sektor Pilihan MI Hadapi Era Bunga Tinggi

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kursi Mahasiswa Baru Jalur Mandiri Unsoed Ada yang Dijual Rp 500 Juta, Sontoloyo!
• 8 jam lalu
0
thumb
Gedung Bapenda di Jakpus Kembali Terbakar, 8 Unit dan 30 Personel Damkar Dikerahkan
• 18 jam lalu
0
thumb
1.378 Sekolah di Flores NTT Rusak Akibat Gempa M 7,7
• 21 jam lalu
0
thumb
Pentingnya Menjaga Kerahasiaan Data Pribadi di Era Digital
• 23 jam lalu
0
thumb
KPK Sita Duit Rp665 Juta di Kasus Rektor Unsoed, Disimpan Dalam Kantong Kresek
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.